Kala Solidaritas Menembus Batas Ketakutan di Antara Warga

Berangkat dari kepedulian, warga di Perumahan SBS, Bekasi Utara, menghadirkan bantuan untuk mereka yang sedang isoman. Solidaritas ini pun didukung ACT dengan mendistribusikan paket pangan dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional.

Penyerahan paket pangan untuk warga yang sedang isoman di Bekasi Utara lewat koordinator warga. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI Sore itu, Jumat (2/7/2021), suara azan terdengar lantang, saling menyambut satu masjid dengan masjid lainnya. Selepas itu, sosok perempuan dengan menggebu menceritakan gentingnya kondisi belakangan ini di wilayah tempatnya tinggal. Rostini (52) namanya, warga RW 8, Perumahan SBS, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi Utara lah sosok tersebut. Sudah hampir dua pekan lebih ia mengoordinir bantuan kemanusiaan untuk warga yang tengah menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.

Rossy, sapaan akrabnya, menceritakan bagaimana sulitnya warga yang sedang menjalani isolasi mandiri memenuhi kebutuhan pangan harian. Kata Rossy, tidak semua warga mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga, bantuan dalam bentuk pangan begitu meringankan beban warga yang tengah isoman.

Selain mengoordinir bantuan pangan, Rossy juga tetap ramah dan perhatian kepada warga yang sedang isoman. Dari balik pagar rumah warga, setiap pagi perempuan berkaca mata ini selalu menyapa tetangganya. Berbalut masker dan tetap menjaga jarak, ia senantiasa menanyakan kabar hingga menawarkan bantuan yang bisa ia berikan.

“Setiap pagi malah ada yang sampai tanya ke saya, ‘bu saya boleh enggak berjemur di depan rumah?’ saking mereka takutnya mengganggu padahal itu (positif Covid-19) bukan aib, silakan saja kalau itu untuk kesehatan,” ujar Rossy.

Menurut Rossy, rasa kemanusiaan yang ada di antara warga mampu mengalahkan rasa takut terhadap ancaman virus itu sendiri. Semangat kebaikan menembus semua batas dan jarak yang ada.

“Kalau bukan kita warga atau tetangganya siapa lagi yang akan bantu,” tambah Rossy.

Ketua RW 8 Perumahan SBS, Kelurahan Harapan Jaya, Asmo Prayogo menjelaskan, kondisi dua pekan terakhir ini merupakan yang terparah. Jumlah kasus positifnya dalam setahun terakhir merupakan yang tertinggi. Sehingga, wilayah tersebut ditetapkan sebagai zona merah.

“Kurang lebih kalau yang terdata hingga saat ini ada 15 keluarga (positif Covid-19). Ini yang paling banyak dan paling besar bahkan kita sampai kewalahan, maka dari itu kami langsung menginstruksikan masing-masing RT untuk langsung mengoordinir warganya menyuplai logisti atau bantuan,” kata Asmo.

Kondisi tersebut tidak mengherankan, sebab Kota Bekasi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu belakangan ini. Dilansir dari laman https://corona.bekasikota.go.id/, total kasus yang terkonfirmasi di Kota Bekasi mencapai 56.605 kasus per 4 Juli 2021. Dari jumlah tersebut, 52.105 di antaranya dinyatakan sembuh, sedangkan 737 lainnya meninggal dunia. Di samping itu, ada 3.763 jiwa yang saat ini sedang menjalani isoman atau dalam perawatan.


Distribusi paket pangan untuk warga yang sedang Isoman di Bandung. (ACTNews)

Dukungan ACT

Tingginya angka kasus baru serta warga yang tengah menjalani isoman dengan berbagai keterbatasan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghadirkan dukungan lewat Gerakan Sedekah Pangan Nasional. Paket pangan ACT distribusikan ke warga yang sedang menjalani karantina demi mencegah penularan virus yang lebih luas lagi.

“Paket pangan yang kami distribusikan seperti Beras Wakaf dan Air Minum Wakaf serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Ini merupakan wujud ikhtiar ACT bersama dermawan untuk menyelamatkan bangsa dari pandemi,” jelas Kepala Cabang ACT Kota Bekasi Rizky Renanda Aditya, Sabtu (3/7/2021).

Didukung relawan Masyarakat Relawan Indonesia, di awal Juli ini ACT sudah mendistribusikan paket pangan untuk warga yang sedang isoman ke beberapa titik. Di antaranya RW 8 Perumahan SBS, Harapan Jaya, Bekasi Utara, lalu RW 13 Keluarahan Bintara, Bekasi Barat, dan RW 23 Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan. Lokasi distribusi ini bakal terus meluas seiring berlanjutnya gerakan baik yang dimotori kedermawanan masyarakat.[]