Kala Wakaf Ditunaikan Secara Berjamaah

Suci Angelia (37) berprinsip alangkah lebih baik jika kebaikan ditunaikan secara bersama. Sebab itu, ia dan teman-temannya menginisiasi komunitas Bisa Wakaf, menghimpun wakaf dari kolega pekerjanya untuk bisa membantu umat yang membutuhkan.

Kala Wakaf Ditunaikan Secara Berjamaah' photo
Suci Angelia (37), perwakilan komunitas Bisa Wakaf yang mewakafkan lebih dari Rp 200 juta untuk pembangunan Sumur Wakaf di Palestina saat menghadiri Waqf Business Forum di Jakarta, Sabtu (19/12). (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Belasan tahun Suci Angelia (37) tenggelam dalam kesibukannya sebagai karyawan sebuah instansi. Saat itu, ia mengaku tidak memiliki cukup waktu untuk memikirkan ranah sosial. Suci mengaku, pada masa itu, ia bahkan tidak terpikir amal jariah yang bisa ia lakukan.

“Bagaimana kalau kita meniru Utsman bin Affan? Kita punya sumur yang bisa mengalirkan terus jariahnya,” pikir Suci dan seorang temannya saat itu. Namun, mereka merasa, jika hanya segelintir orang, tentu biayanya belum mencukupi.

Berawal dari kegelisahan itu, Suci mengajak kolega kerjanya yang lain. Mereka menginisiasi sebuah komunitas bernama Bisa Wakaf pada Agustus lalu. Dalam sebulan, wakaf tunai yang berhasil dikumpulkan Suci bersama teman-temannya senilai sekira Rp240 juta.

Dalam perjalanan mempelajari wakaf dan belajar agama, Suci dan teman-temannya di Bisa Wakaf bertemu dengan Global Wakaf-ACT. Mereka pun mencari tahu lagi soal wakaf dan menemukan program yang sesuai dengan niat mereka.

“Terpikirkanlah dengan lembaga Global Wakaf-ACT. Awalnya kita juga pesimis, apakah cukup untuk membangun Sumur Wakaf Palestina yang cukup besar biayanya. Alhamdulillah, dalam waktu satu bulan terkumpul,” lanjutnya saat ditemui usai Waqf Business Forum di Jakarta, Sabtu (19/12).

Saat ini, Sumur Wakaf Palestina yang ditunaikan oleh komunitas Bisa Wakaf dalam proses pembangunan. Mereka pun cukup senang karena selalu mendapat informasi aktual pembangunan sumur wakaf mereka di Palestina dari Global Wakaf-ACT.

Satu harapan Suci dan teman-temannya di Bisa Wakaf mungkin sudah terwujud, yakni membangun Sumur Wakaf di Bumi Syam. Namun, mereka ternyata punya tujuan yang lebih besar: berwakaf sepanjang hayat.

“Kami ingin melakukan wakaf sepanjang hidup kami. Nominal bukan peran utama. Jika Allah meridhai, kami akan teruskan kegiatan wkaaf-wakaf kami,” pungkas Suci.[]