Kaltim Gaungkan Semangat "Bangkit Bangsaku"

Menggelar diskusi publik bertema "Bangkit Bangsaku", ACT Kalimantan Timur berikhtiar menebar semangat optimisme dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Timur menggelar diskusi publik bertema "Bangkit Bangsaku". Diskusi ini dihadiri oleh pelaku UMKM di Balikpapan dan Yaser Arafat Syahril S.HI, MBA selaku Ketua Kamar Dagang Industri Kota Balikpapan. (ACTNews/ Muhammad Afif)

ACTNews, BALIKPAPAN -  Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kaltim mengadakan diskusi publik dengan tema Bangkit Bangsaku, Kamis (8/10). Diskusi ini dihadiri oleh Ridwan HD selaku Pemilik ‘Meracikopi’ dan Yaser Arafat Syahril S.HI MBA selaku Ketua Kamar Dagang Industri Kota Balikpapan.

Diskusi Publik “Bangkit Bangsaku” membahas ekonomi masyarakat yang  terdampak pandemi. Tema ini diangkat sebagai bentuk semangat baru Aksi Cepat Tanggap dalam membangun optimisme bangsa Indonesia di masa pandemi Covid-19.

“Menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak secara global membuat kami ingin mengajak masyarakat untuk saling menguatkan, khususnya di lini ekonomi, melalui beberapa program pemberdayaan. Salah satunya di sektor UMKM,” jelas Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Kaltim Andy Pradipta R. 

Ridwan HD, Pemilik Meracikopi, mengatakan, sebagai pelaku UMKM, di masa pandemi ini dirinya mengalami penurunan omzet lebih dari 50% dalam durasi waktu lebih dari setengah tahun. Kondisi tersebut membuatnya harus bertahan dengan mengeksplor produk dan selera pelanggan. 

“Apalagi pandemi Covid-19 ini belum ada kepastian kapan akan berakhir, khususnya di Indonesia. Harapan kami dengan adanya gerakan Bangkit Bangsaku yang diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap dapat menjadi solusi tersendiri untuk pelaku usaha kecil seperti kami,” harap Ridwan.

Yaser Arafat Syahril S.HI, MBA selaku Ketua Kamar Dagang Industri Kota Balikpapan turut menyampaikan besarnya dampak pandemi saat ini. Menurutnya, banyak pabrik yang gulung tikar, perputaran logistik juga terhambat, sehingga berimbas pada lemahnya ekonomi dan turunnya daya beli masyarakat.

“Untuk itu kita sebagai pemerintah harus merangkul, harus memberikan inovasi dan solusi kepada masyarakat agar dapat menggerakkan lagi perekonomian di Indonesia. Contoh paling mudah yang dapat kita terapkan adalah membantu promosikan usaha teman atau produk lokal agar roda ekonomi masyarakat perlahan-lahan bergerak. Alhamdullillah, gerakan Bangkit Bangsaku dari Aksi Cepat Tanggap menjadi terobosan baru dan sebagai kolaborasi pemerintah untuk membantu masyarakat lebih merata lagi,” pungkasnya. []