Kamp Sabra dan Shatila Banjir, Pengungsi Suriah dan Palestina Butuh Bantuan Kemanusiaan

Kamp pengungsi Sabra dan Shatila di Lebanon dilanda banjir usai diguyur hujan deras beberapa hari terakhir. Imbasnya, 22 ribu pengungsi Palestina dan Suriah yang bermukim di sana, terdampak dan membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat.

banjir di lebanon
Ilustrasi. Banjir yang menerjang kamp pengungsi di Bekaa, Lebanon pada 2019. (UNHCR/Diego Ibarra Sánchez)

ACTNews, LEBANON – Sabra merupakan nama dari sebuah pemukiman miskin di pinggiran selatan Beirut Barat, yang bersebelahan dengan kamp pengungsi Shatila yang dibangun untuk para pengungsi Palestina pada 1949. Selama bertahun-tahun, jumlah pengungsi semakin bertambah, bukan hanya dari Palestina, namun juga dari Suriah. Diperkirakan, hingga 2021 ini, ada sekitar 22 ribu pengungsi Palestina dan Suriah yang bermukim di dua kamp tersebut.

Sabra dan Shatila juga dikenal oleh masyarakat dunia sebagai wilayah yang menjadi saksi pembantaian pengungsi Palestina pada tahun 1982. Sekitar 3.500 pengungsi Palestina dan warga lokal Lebanon menjadi korban. Sebagian besar korbannya adalah wanita, anak-anak, dan lansia.

Selama beberapa hari terakhir, hujan deras dilaporkan mengguyur beberapa wilayah di Lebanon, termasuk di Kamp Sabra dan Shatila. Imbasnya, banjir setinggi hingga paha orang dewasa menerjang dua kamp tersebut. Berdasarkan pantauan tim Global Humanity Response (GHR) ACT, air banjir dilaporkan masih menggenang hingga Rabu (24/11/2021).

Said Mukaffiy dari tim GHR-ACT menyatakan kondisi banjir di kamp yang padat sangat berpotensi mengundang berbagai jenis penyakit, seperti kolera, difteri, dan penyakit kulit.

"Hal ini sangat mengancam kesehatan para pengungsi, khususnya anak-anak. Mereka amat rentan terhadap penyakit menular yang disebabkan air keruh dari banjir ini," ujar Said.

Said menambahkan, para pengungsi saat ini amat membutuhkan bantuan kemanusiaan. khususnya pangan dan air bersih. Banjir sangat menyulitkan para pengungsi memperoleh makanan. Akses ke air bersih juga terputus.[]