Kampung Sinar Harapan Ditinggalkan Penghuninya

Kampung Sinar Harapan, Kabupaten Bogor, telah kosong ditinggalkan penghuninya mengungsi. Sedangkan sejumlah warga sesekali menengok kediaman mereka, meratap dan menunggu kepastian korban longsor kapan ditemukan.

Kampung Sinar Harapan Ditinggalkan Penghuninya' photo
Longsor yang terjadi di Kampung Sinar Harapan, Senin (6/1). Tiga orang masih dinyatakan hilang setelah terjadi longsoran ini. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR Manta hanya dapat melihat proses pencarian korban yang masih dinyatakan hilang akibat bencana longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Bogor, Senin (6/1) oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan. Sambil memagang payung karena sejak pagi hujan dengan intensitas ringan terus mengguyur, Manta tak dapat berbuat banyak. Ia tak diperkenankan untuk ikut pencarian korban oleh petugas karena kondisi tanah bekas longsoran yang masih labil.

Hujan terus mengguyur hari itu, tapi Manta tak pernah lepas harapan. Dari kejauhan, ia menyaksikan berjibakunya tim SAR dengan lumpur tebal. Mereka terus mencari korban yang masih dinyatakan hilang. Salah satunya ialah Cicih Handayani, kemenakan Manta. “Semoga Cici segera ketemu,” harap Manta, singkat.

Kampung Sinar Harapan sendiri merupakan salah satu daerah permukiman yang terdampak parah longsor yang terjadi di awal tahun 2020 lalu. Bukit yang menjulang di belakang kampung runtuh dan mengubur sebagian rumah serta area persawahan. Saat ini, lokasi bekas longsoran bak sungai lebar yang melintang.

Warga yang bermukim di kampung itu saat ini telah meninggalkan rumah mereka. Tak ada satu pun tersisa orang yang tinggal di kampung itu sekarang ini. Mereka memilih mengungsi di SDN Banar 3 karena khawatir longsor susulan yang lebih besar. Sedangkan belasan rumah lainnya ada yang mengalami rusak berat karena terbawa tanah longsor.

Saat longsor terjadi, Kampung Sinar Harapat sempat terisolir karena satu-satunya jalan keluar-masuk kampung tertutup longsoran tanah yang tebal. Sedangkan Kampung Banar yang berada tepat di bawah Kampung Sinar Harapan dilanda banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cidurian yang melintasi kampung tersebut.


Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor karena longsor.

Kini, Kampung Sinar Harapan tak memiliki penghuni. Ratusan rumah yang masih berdiri dibiarkan kosong begitu saja oleh sang pemilik yang memilih mengungsi. Asep salah satunya. Ia memboyong seluruh keluarganya tinggal di pengungsian di SDN Banar 3. Trauma menjadi penyebab. “Belum tahu kapan balik lagi ke sana, kalau bisa sih dapat bantuan pindah lokasi tempat tinggal,” ungkap Asep, Senin (6/1) kepada ACTNews.

Longsoran di Kampung Sinar Harapan memang cukup luas. Bukit yang ada di belakang kampung itu runtuh setelah tak kuat menahan derasnya hujan yang turun di malam pergantian tahun. Tak hanya permukiman, area persawahan pun ikut rusak akibat longsor itu.

Tim Disaster Emergency Response (DER) - ACT sendiri pada hari kelima pencarian korban telah bergabung dengan tim SAR Gabungan. Pencarian korban dilakukan dengan menggunakan air bertekanan tinggi untuk menyingkirkan lumpur. Namun, karena hujan yang terus mengguyur, pencarian dihentikan karena dikhawatirkan adanya longsor susulan yang dapat membahayakan tim SAR.

Choirul Sani dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Jawa Tengah yang bergabung dengan tim SAR Gabungan di Sinar Harapan mengatakan, kendala utama pencarian korban ialah cuaca yang kurang mendukung. Longsor susulan juga menjadi ancaman. Selain itu, lumpur yang tebal serta area longsor yang luas menjadi kendala tersendiri bagi tim SAR. “Tim di sini terdiri dari berbagai unsur serta relawan,” jelasnya. []


Bagikan