Kapal Kemanusiaan dari Sumut Merapat ke Palu

Kapal Kemanusiaan dari Sumut Merapat ke Palu

ACTNews, PALU – Sekitar 2.000 ton bantuan logistik yang diangkut Kapal Kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah kembali tiba di Pelabuhan Pantoloan. Diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan, Medan, akhir Oktober lalu, Kapal Kemanusiaan merapat pada Sabtu (24/11). Kapal Meratus yang didaulat sebagai Kapal Kemanusiaan ini mengangkut bantuan dari masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dan juga sejumlah daerah lain di Sumatera.

Kedatangan bantuan dari Sumatera itu disambut langsung oleh Kepala Cabang ACT Sulteng Nurmarjani Loulembah. "Bantuan yang datang kali ini berasal dari Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. Nantinya akan didistribusikan sesuai kebutuhan posko wilayah di lokasi terdampak.," ungkap Nani, Sabtu (24/11).

Setibanya, bantuan ditempatkan di Posko Logistik ACT di Pantoloan. Dua ribu ton bantuan itu mencakup bantuan pangan dan logistik, seperti air mineral, sembako, makanan bayi, selimut, tenda, dan obat-obatan. Semua itu merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak khususnya masyarakat Sumatera. Ribuan ton logistik itu diharapkan dapat meringankan beban pengungsi selama pemulihan berlangsung.

Saat keberangkatan, bantuan kemanusiaan itu dilepas langsung oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di lapangan Benteng, Medan, sekaligus pelaksanaan apel siaga bencana. Kini, kedatangan bantuan dari Sumatera tersebut didampingi Kepala BPBD Provinsi Sumut Riadhil Akhir Lubis dan Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut Ronio Romantika.

“Kita dari masyarakat dan Pemprov Sumut sengaja datang ke Palu untuk menyampaikan empati sekaligus membawa bantuan. Kita juga bekerja sama dengan Aksi Cepat tanggap, kita lihat ACT sudah lama bergerak di bidang kemanusiaan, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga di Indonesia,” ungkap Riadhil.

Lebih lanjut Riadhil menjelaskan, Pemerintah Sumut belum menutup posko bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Sulawesi Tengah (Sulteng). Selain bantuan logistik dan uang tunai, pemerintah Sumut juga memberikan bantuan berupa hunian kepada korban bencana di Sulteng. “Sekaligus hari ini kita bekerja sama dengan ACT Sumut dan Sulteng untuk melakukan peletakan batu pertama shelter bagi warga terdampak bencana di Sulawesi Tengah,” imbuhnya.

Kapal Kemanusiaan kali ini merupakan bentuk kontinuitas kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Sulteng. Sebulan sebelumnya, bantuan 1.000 ton diantarkan langsung oleh Kapal Kemanusiaan dari Surabaya dan Jakarta. []