Kapal Kemanusiaan Kalimantan Selatan Segera Berlayar, Bantu Saudara Terdampak Banjir

Sebagai bagian rangkaian penanganan tanggap darurat di Kalimantan Selatan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) segera melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk warga terdampak. Kapal akan membawa 1.000 ton bantuan pangan dan logistik untuk warga terdampak banjir.

Kapal Kemanusiaan Kalimantan Selatan Segera Berlayar, Bantu Saudara Terdampak Banjir' photo
Logo Kapal Kemanusiaan Kalimantan Selatan.

ACTNews, JAKARTA – Awal tahun 2021 bukanlah awal tahun yang mudah bagi bangsa ini. Begitu banyak bencana alam hadir menguji bangsa, salah satunya adalah banjir besar Kalimantan Selatan. Tercatat sekitar 11 kabupaten/kota terendam banjir dan memaksa saudara-saudara kita mengungsi. 

Sebagai bagian rangkaian penanganan tanggap darurat di Kalimantan Selatan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) segera melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk warga terdampak. Kebutuhan pangan menjadi hal yang diperlukan korban bencana di fase tanggap darurat. Dengan Kapal Kemanusiaan ini, ACT akan membawa 1.000 ton bantuan pangan dan logistik yang dihimpun dari amanah publik untuk saudara sebangsa yang tertimpa bencana.

“Simultan dengan pemberangkatan Kapal Kemanusiaan Sulawesi Barat, ACT juga akan melayarkan Kapal Kemanusiaan menuju Sulawesi Barat pada akhir Januari ini. Insyaallah, kapal akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Kota Banjarmasin. Ribuan ton bantuan pangan yang akan kami kirimkan melalui Kapal Kemanusiaan akan meluaskan jangkauan bantuan pangan bagi korban banjir di Kalimantan Selatan yang hingga kini masih merasakan dampaknya,” jelas Presiden ACT Ibnu Khajar, Selasa (26/1/2021).

Ribuan ton bantuan pangan tersebut terdiri dari beras, air mineral, makanan instan, dan berbagai logistik. Selama pengumpulan bantuan pangan dan logistik ini, ACT membuka titik-titik Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan di 63 kantor cabang ACT di seluruh Indonesia. Bantuan yang terkumpul nantinya tidak hanya untuk Kalimantan Selatan, namun juga untuk Sulawesi Barat. 

“Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan akan menjadi pusat bantuan dan informasi. Selanjutnya, para relawan kami juga mengajak para tokoh, mitra, media, dan lainnya untuk mengajak kolaborasi yang kita sebut Lumbung Peduli Kapal Kemanusiaan di seluruh provinsi. Tiap cabang nantinya akan ada sekitar 10 Lumbung Peduli. Jika ditotal akan terbentuk sekitar 600 lumbung yang tersebar di berbagai wilayah,” jelas Ardiansyah, Director of Strategic Marketing & Communication ACT.

Selaras dengan persiapan keberangkatan Kapal Kemanusiaan Kalimantan Selatan, ACT juga terus menyiapkan relawan untuk beberapa jenis tahapan. Pertama, relawan tanggap darurat, relawan untuk tahap relief- untuk persiapan logistik dan distribusi bantuan, dan terakhir relawan untuk pendampingan psikososial yang terdiri dari psikolog maupun para dai, untuk memberikan dukungan secara spiritual.

Hingga saat ini, terdapat 9 posko bantuan ACT untuk menangani banjir di Kalimantan Selatan yaitu Posko Induk di Banjarmasin, posko Kabupaten Balangan, Posko Kabupaten Tabalong, Posko Hulu Sungai Tengah, Posko Kabupaten Tanah Laut, Posko Kabupaten Barito Kuala, Posko Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Posko Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Sementara itu, curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, mengakibatkan banjir yang menggenang cukup dalam. BMKG sendiri memprediksi Kalimantan Selatan berpotensi akan terus diguyur hujan lebat. Sehingga, BMKG mengkategorikan Kalimantan Selatan dengan status siaga. Di samping itu, data dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan per Ahad (24/1/2021), banjir berdampak pada 105.347 KK dan 342.219 jiwa serta 15 jiwa meninggal. Selain banjir, hujan juga menyebabkan tanah longsor di Desa Tungkaran, Kabupaten Tanah Laut.

"Inilah saatnya kita bergerak bersama selamatkan bangsa dengan melayarkan Kapal Kemanusiaan. Karena bangsa Indonesia adalah bangsa penggerak kebaikan, bangsa yang peduli, saling tolong menolong dan membantu sesama. Kami memohon doa dan dukungan terbaik dari Sahabat Dermawan agar kapal ini dapat berlayar dengan lancar sampai ke tujuan. Sehingga, saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir di Kalimantan Selatan, dapat menerima amanah kedermawanan dari para donatur," pungkas Ardiansyah. []