Kapal Ramadhan Bersandar di Kota Udang

Kapal Ramadhan Bersandar di Kota Udang

Kapal Ramadhan Bersandar di Kota Udang' photo

ACTNews, SIDOARJO - Kami menyebutnya Kapal Ramadhan versi mini. Ia adalah sebuah perahu yang kami, Tim ACT Jawa Timur, gunakan untuk menjangkau sebuah dusun di Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal sebagai “Kota Udang”. Kapal Ramadhan ini sudah memulai aksinya bahkan beberapa hari menjelang Ramadan. Selasa (15/5), Kapal Ramadhan memulai perjalanan menuju Dusun Kalikajang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Dusun Kalikajang terletak di antara Sungai Kali Alo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon dan Sungai Kalikajang, Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Dua sungai ini terhubung dengan Sungai Penatar Sewu Tanggulangin Sidoarjo dengan jarak tempuh sekitar 40 kilometer. Dari sungai Penatar Sewu inilah, kami menyusuri sungai menuju Dusun Kalikajang.

 

Perahu yang kami tumpangi kala itu membawa lima anggota tim serta bantuan yang telah kami siapkan sebelumnya. Hari itu, Ratusan paket sembako dan belasan sak pakaian layak pakai akan diantarkan untuk penduduk Dusun Kalikajang. Usai 1,5 jam perjalanan, perahu kami pun bersandar di dusun tersebut. 

Dusun Kalikajang yang terletak di Kelurahan Gebang ini sebelumnya memang telah menarik perhatian kami. Meski berada tak jauh dari pusat kabupaten, kondisi dusun ini bisa dibilang cukup memprihatinkan.

Warga Dusun Kalikajang hanya mengandalkan kehidupannya dari hamparan tambak yang terpetak-petak. Namun, hamparan tambak ini milik orang kota, sementara mereka hanya sebagai buruh penjaga tambak. Selain itu, dusun tersebut juga hanya ada satu wadah pendidikan, yakni Madrasah Al Abror.

 

“Kalikajang menarik langkah kami, seolah ada pesan kemanusiaan yang harus segera ditunaikan di sini. Sebab itu, kami membawa oleh-oleh yang bisa dinikmati warga di bulan Ramadan. Kedatangan pertama kami ini, sekaligus mengajak masyarakat luas untuk menoleh sejenak bahwa di Kalikajang perlu ada aksi kemanusiaan yang nyata,” ujar Ponco Sri Ariyanto selaku Kepala Cabang ACT Jatim sekaligus Koordinator Tim di lapangan kala itu.

Sarana dan prasarana yang amat minim menjadi alasan yang cukup kuat untuk menggerakkan kepedulian masyarakat luas ke Dusun Kalikajang. Daerah yang dihuni 124 kepala keluarga ini hanya bisa diakses dengan perahu di musim hujan. Tentu saja untuk perjalanan ke kota, warga harus menyewa perahu seharga Rp 400.000 dengan kapasitas 10 orang penumpang.

 

Keseharian warga mayoritas bekerja sebagai buruh penjaga tambak. Penghasilannya bisa lebih banyak ketika musim panen tambak. Di sisi lain, penduduk yang didominasi janda lanjut usia menjadi faktor pendukung daerah ini wajib dibantu.

“Beginilah kondisi daerah kami. Serba terbatas sarana dan prasarananya. Warga di sini juga tidak punya penghasilan tetap yang memadai. Alhamdulillah, hari ini ACT datang membawa rezeki. semoga Allah memberkahi silaturahmi ini,” ujar Ihsan, tokoh masyarakat Dusun Kalikajang yang menyambut kedatangan kami.

 

Bertempat di Posko PAUD Kampung, Tim ACT Jatim membagikan 125 paket sembako dan pakaian layak pakai. Rasa syukur begitu terlihat dari raut wajah warga yang kami jumpai saat itu.

Meski bantuan telah diterima oleh warga Dusun Kalikajang, bukan berarti kepedulian terhadap mereka berhenti di sini. Dukungan besar masih mereka butuhkan, yakni membantu mereka sebagai komunitas yang semakin berdaya. []

Bagikan