Kapal Ramadhan Berlayar ke Kepulauan Mentawai

Sebanyak 18 ton atau setara 1.500 paket pangan diantarkan Kapal Ramadhan ke pelosok-pelosok Mentawai.

ACTNews, PADANG - Kapal Ramadhan Aksi Cepat Tanggap mulai berlayar membawa hingga 18 ton paket pangan ke Kepulauan Mentawai pada Jumat (24/5). Kapal diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, dan Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Sumatera Barat (ACT Sumbar) Zeng Wellf dari Pelabuhan Teluk Bungus, Kota Padang.

Ribuan paket itu akan menyapa warga di Kepulauan Mentawai, yakni Pulau Siberut, Pulau Sikakap, dan Pulau Tuapejat. Bantuan pangan akan didistribusikan di Kepulauan Mentawai dengan total waktu lima hari, pada 24-28 Mei.

Nasrul Abit mengatakan, pengiriman bantuan pangan tersebut sangat berarti bagi masyarakat Mentawai. Kabupaten dengan keragaman dan toleransi yang tinggi itu menjadi salah satu pulau terluar di barat Indonesia.


"Terima kasih untuk kepedulian teman-teman semua. Terima kasih atas kepedulian para donatur. Ini adalah kepedulian kemanusiaan, apalagi ini momen yang sangat tepat, mau lagi lebaran (Idulfitri), mereka dapat bantuan. Mereka akan bersyukur kepada Allah. Sukses untuk ACT. Terima kasih atas kerja sama, kerja baktinya," ungkap Nasrul, Jumat (24/5).

Melihat urgensi itu, ACT Sumbar pada Ramadan tahun ini berkomitmen mengirimkan kembali bantuan pangan tersebut. Kepala Cabang ACT Sumbar Zeng Wellf mengatakan, bantuan pangan yang dibawa Kapal Ramadhan Mentawai tahun ini meningkat hingga hampir 300 persen. "Alhamdulillah, tahun lalu kita di Sumatera Barat mengirimkan 450 paket pangan, tahun ini menjadi 1.500 paket atau setara 18 ton," kata Zeng.

Zeng menyampaikan, kiriman bantuan pangan ke Kepulauan Mentawai memang terus diikhtiarkan sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara di kepulauan terluar yang memang mengalami kesulitan ekonomi. "Bayangkan, di sana (Kepulauan Mentawai) kita bisa menemukan pisang satu tandan seharga lima ribu rupiah. Hal yang tidak akan kita temukan di kota. Harga barang pangan anjlok, namun ekonomi sulit," kata Zeng.

Belum lagi, terkadang penduduk Mentawai harus membeli kebutuhan pangan ke Kota Padang. Sedangkan jarak tempuh penduduk antarpulau sangat jauh. "Bisa memakan waktu 1-2 jam menuju pulau-pulau di kepulauan Mentawai dengan boat," tambah Zeng.


Sebab itu, Zeng menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya bagi para donatur yang peduli dengan kehidupan masyarakat di Kepulauan Mentawai. Menurut Zeng, menjelang hari raya Idulfitri, bantuan pangan yang terdiri dari beras, minyak, gula, dan bahan pangan lain sangat bermanfaat bagi para penduduk di Kepulauan Mentawai.

"Semoga ini menjadi ladang amal bagi donatur kita yang telah menitipkan amanahnya," pungkas Zeng.

Sebelumnya, lima truk yang mengangkut bahan pangan Kapal Ramadhan Mentawai diberangkatkan dari Kantor Aksi Cepat Tanggap di Jl. S. Parman, Ulak Karang, Kota Padang. Truk berangkat beriringan dengan pengawalan polisi militer menuju pelabuhan pukul tujuh pagi. []