Kasus Covid-19 Meningkat, DMII-ACT Edukasi Warga Pasar Tradisional di Jakarta

Ribuan pedagang di pasar tradisional positif terinfeksi Covid-19. Menanggapi hal tersebut, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - ACT melakukan aksi terjun ke pasar tradisional untuk melakukan edukasi dan memberikan imbauan.

Kasus Covid-19 Meningkat, DMII-ACT Edukasi Warga Pasar Tradisional di Jakarta' photo
Pengunjung pasar tengah mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan tim Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia IKAPPI merilis data terbaru pada Juli 2020, di antaranya terdapat 1.053 pedagang di pasar tradisional positif Covid-19. Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan dalam keterangan tertulis pada beberapa waktu lalu mengatakan data terbaru pedagang teridentifikasi Covid-19 mencapai 1.053 positif tersebar di 190 pasar, di 80 kabupaten dan kota di 26 provinsi.

Menanggapi hal tersebut, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - ACT melakukan aksi terjun ke pasar tradisional untuk melakukan edukasi dan memberikan imbauan. Hal tersebut disampaikan oleh Erry Septiadi selaku Penanggung Jawab Program Mobile Covid-19 Education (MCE). “Menanggapi naiknya jumlah kasus positif, maka kami menghadirkan program Mobile Covid-19 Education untuk melakukan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, baik para pedagang maupun pembeli yang datang ke pasar tradisional,” kata Erry Septiadi.

M. Taufik selaku Koordinator Tim MCE pun menambahkan, timnya bersama Satpol PP dan TNI bergerak menyisir pasar tradisional yang berada di wilayah Kecamatan Kalideres, di antaranya Pasar Kalideres, Pasar Rawa Lele, dan Pasar Citra 1 untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung dan pedagang di pasar. 

“Aksi yang kami lakukan yaitu mengimbau agar para pengunjung pasar menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah masuk pasar, dan bagi yang tidak menggunakan masker akan diberikan sanksi sosial oleh satpol PP berupa menyapu pasar. Lalu, kami berikan masker secara gratis,” ujar M. Taufik.

Program yang telah dilakukan ini akan menyasar ke pasar-pasar tradisional di DKI Jakarta selama bulan Juli. “Harapannya, dengan program ini masyarakat (pedagang dan pembeli) dapat lebih disiplin ketika sedang bertransaksi di pasar-pasar tradisional. Hingga saat ini, selain pasar, tim MCE juga melakukan kunjungan ke pemukiman warga, untuk membagikan Family Kit yang berisi hand sanitizer, sabun, dan alat kebersihan lainnya,” pungkas Erry Septiadi. []

Bagikan