Kata Para Pengungsi Saat Bernaung di Posko Induk ACT Kalsel

Para pengungsi yang mengungsi di Posko Induk ACT Kalimantan Selatan tak hanya pria dewasa saja, namun juga kaum rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita. Mereka mengaku bersyukur mendapat perhatian gizi maupun medis yang baik selama mengungsi.

Situasi Posko Induk ACT Kalsel yang juga menjadi penampungan pengungsi banjir di Banjarmasin. (ACTNews/Ridho)

ACTNews, BANJARMASIN – Musibah banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarmasin, mengharuskan warga terdampak banjir untuk mengungsi. Para pengungsi yang diungsikan ke Posko Induk ACT Kalimantan Selatan pun memiliki cerita tersendiri selama berada di posko tersebut.

Salah satunya kisah dari Rizky Maulana dan Annisa. Sepasang suami istri warga Jalan Simpang Limau, Pemurus Luar, Banjarmasin ini sudah mengungsi ke Induk Posko ACT Kalimantan Selatan sejak Ahad (17/1/1). Mereka dan anaknya telah mengungsi selama empat hari. “Kalau kita mengungsi tujuannya untuk anak kecil kami agar aman. Karena rumah kami terendam banjir,” kata Rizky. 

Dirinya bersyukur, sang anak merasa nyaman dan tidak rewel selama berada di posko. Apalagi, fasilitas yang ditawarkan di posko induk sangat nyaman. “Juga anak kami mendapatkan teman-teman baru. Untuk makan alhamdulillah sangat diperhatikan, begitu pula untuk kebutuhan lainnya seperti popok dan susu. Alhamdulillah, teman-teman dari ACT sangat membantu,” tutur Rizky.

Senada dengan Rizky, pengungsi banjir lainnya bernama Sri Rahayu, warga Jalan Rahayu, Sungai Lulut, Banjarmasin juga mengungsi ke Posko Induk ACT Kalsel sejak lima hari lalu. Sri mengapresiasi layanan selama berada di pengungsian. “Saya mendapatkan makanan 3 kali sehari, obat-obatan dan air bersih tersedia, serta listrik dan kebersihan yang mencukupi,” ujar Sri.

Saat mengungsi pun, Sri tengah dalam keadaan hamil. Di mana, tim relawan ACT-MRI Kalsel memprioritaskan ibu hamil untuk dievakuasi ke induk posko. Kendati demikian, Sri tidak mengeluhkan gejala apapun selama berada di pengungsian.

“Saya juga berkesempatan memanfaatkan layanan kesehatan di sini. Hasilnya, janin saya berkembang dengan baik dan tidak ada keluhan apa pun,” imbuh Sri.

Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin mengatakan, apa yang didapat oleh para pengungsi merupakan buah kinerja yang baik dari tim relawan yang bertugas dengan hati. Apalagi, tim relawan selalu memastikan keamanan dan kenyamanan para pengungsi selama berada di posko.

“Tim relawan kami selalu memberikan yang terbaik untuk warga yang mengungsi di sini. Alhamdulillah, apresiasi dari mereka dapat menjadi spirit bagi tim kami untuk memberikan pelayanan terbaik untuk warga,” kata Zainal.

Ia menambahkan, tim relawan selalu memastikan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan para pengungsi. Seperti kebutuhan pangan, kesehatan, sanitasi, dan lain-lain. “Harapannya, ini memberikan rasa nyaman kepada para pengungsi,” tukas Zainal. []