Keadaan Sulit Qomar Akibat Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 membuat satu-satunya sumber pemasukan Ustaz Qomar sebagai guru les tertutup. Meski begitu, Qomar tetap semangat mengajar anak-anak mengaji di masjid dengan bertahan hidup mengandalkan sisa-sisa tabungan.

ustaz qomar
Ustaz Qomar sedang mengajar ngaji anak-anak di masjid. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Pandemi Covid-19 membuat ekonomi masyarakat tertekan, tak terkecuali Ustaz Qomar. Penghasilannya dari mengajar les benar-benar tertutup akibat orang tua wali meniadakan les bagi anak-anaknya. Meski ekonomi tengah terpuruk, ia tetap semangat mengajar ngaji. 

Ustaz Qomar merupakan guru mengaji di Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Kegiatan ini sudah ia tekuni selama 10 tahun dan masih berlangsung hingga sekarang. Sebagai guru mengaji, Ustaz Qomar tidak menerima bayaran juga tidak memungut biaya dari santri yang mengaji. 

“Ini (mengajar ngaji) hitung-hitung menjaga masjid agar tetap hidup, ramai, dan menjadi pusat pendidikan agama bagi anak-anak di sekitarnya. Jadi sifatnya ikhlas lillahi ta’ala. Paling penting anak-anak mau datang mengaji, kita sudah senang,” kata Qomar, Kamis (8/7/2021). 

Qomar melanjutkan, penghasilannya sehari-hari bersumber dari mengajar les. Dalam sebulan Qomar mendapat bayaran Rp500 ribu. Namun akibat pandemi, les ditiadakan dan Qomar pun kehilangan penghasilan utama. Saat ini Qomar pun menggunakan tabungannya untuk biaya kebutuhan sehari-hari. 

“Les privat-nya libur selama ada Covid-19, jadi ya nganggur. Sekarang alhamdulillah masih punya tabungan, harus irit sampai ada pemasukan lagi. Mudah-mudah pandemi ini segera berakhir,” jelas Qomar. 

Wahyudi dari tim program ACT Kota Bogor mengatakan, selama pandemi Covid-19 banyak dai kehilangan pekerjaannya. Sehingga kondisi ekonominya, yang sudah sulit, sekarang semakin sulit. Untuk menolong para dai, juga Ustaz Qomar, yang tetap semangat mengabdi, ACT memberikan bantuan pangan dan biaya hidup pada Kamis (8/7/2021).

“Melalui program Operasi Pangan Gratis dan Sahabat Dai Indonesia, ACT ingin masyarakat terdampak pandemi, termasuk para dai,  agar tidak kelaparan dan tetap semangat berjuang menyebarkan agama. Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban para dai,” kata Wahyudi. []