Kebahagiaan Iduladha untuk Keluarga Najah di Khan Younis

Kisah keluarga Najah menjadi salah satu potret betapa krisis kemanusiaan masih mengepung kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza. Najak yang mengidap kanker pun tak mampu menjangkau berbagai layanan medis.

Kebahagiaan Iduladha untuk Keluarga Najah di Khan Younis' photo

ACTNews, KHAN YOUNIS - Hampir seluruh umat di dunia telah mengetahui bahwa Palestina hingga sekarang masih dirundung krisis kemanusiaan. Setiap tahun tingkat pengangguran kian meningkat, menyebabkan banyak warganya hidup di bawah garis kemiskinan. Kenyataan ini tergambar pada kisah Najah Braika (38), ibu lima anak yang berasal dari Khan Younis, Jalur Gaza Selatan. 

Najah mengaku sudah lama mengidap penyakit kanker. Namun, karena keterbatasan biaya, Najah pun tidak dapat menjangkau berbagai layanan medis. Apalagi suaminya hanya bekerja serabutan. Kata Najah, jangankan untuk menjalani perawatan, untuk makan sehari-hari dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya pun terasa sangat sulit bagi dirinya dan suami.

“Saya membutuhkan perawatan rutin, tapi saya tidak mampu membayar biayanya. Sangat mahal. Sementara kami pun terperosok ke dalam kondisi ekonomi yang buruk. Saya khawatir nanti tidak bisa lagi melakukan pekerjaan rumah, juga tidak bisa melayani anak-anak ketika mereka membutuhkan saya,” ungkap Najah. 

Tepat pada Hari Raya Iduladha 2018, tim Global Qurban bertemu Najah bersamaan dengan kegiatan implementasi kurban di Khan Younis, Jalur Gaza Selatan. Kala itu Najah juga mengaku, sudah beberapa tahun ke belakang keluarganya tidak dapat merayakan Iduladha. Sebab, Najah tidak lagi memiliki kemampuan untuk membeli hewan kurban.

“Hampir setiap tahun kami tidak bisa merayakan Iduladha. Kami tidak mampu untuk berkurban, tidak juga mendapat bantuan untuk bisa menyantap daging,” kata Najah. 


Namun, alhamdulillah, tim Global Qurban berkesempatan mengantarkan kebahagiaan kurban untuk warga Palestina di Khan Younis, Jalur Gaza Selatan. Puluhan unta disembelih di Khan Younis. Dagingnya dibagikan kepada 2.625 jiwa atau setara dengan 375 keluarga, termasuk keluarga Najah. 

“Alhamdulillah, tahun ini (2018), Allah mengirim tim Global Qurban untuk kami dan memberi kebahagiaan kepada anak-anak saya dengan sepenuh hati. Saya merasa sangat senang karena anak-anak bisa memakan daging. Alhamdulillah, terima kasih Global Qurban atas kemurahan hatinya yang terbaik. Semoga Allah selalu memberikan kalian keberkahan,” tutur Najah. 

Khan Younis sendiri merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Gaza yang menampung sebanyak 400 ribu jiwa atau sekitar 22% dari jumlah populasi di seantero Jalur Gaza. Meski krisis kemanusiaan sudah merenggut kehidupan hampir bagi seluruh warga Palestina di Jalur Gaza, Khan Younis tetap menjadi rumah bagi mereka. 

Insyaallah Iduladha 1440 Hijriyah, tim Global Qurban yang mengusung tema “Dermawan Berqurban” akan menjangkau sebanyak 34 provinsi di Indonesia dan 50 negara di dunia, termasuk Palestina. []

Bagikan