Kebaikan Bantuan Pangan Dermawan Tak Henti Mengalir Selama Pandemi

Dalam waktu empat bulan, ratusan ribu kilogram beras serta ribuan karton air mineral terdistribusi melalui berbagai program dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Angka ini masih perlu ditingkatkan untuk meredam dampak Covid-19 yang kian meluas tiap harinya.

Jamadi (35) menerima beras wakaf dari program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI). Ia tinggal di rumah kontrakan di gang sempit Kampung Lio, Depok. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Hingga Juli, pandemi Covid-19 di Indonesia tak kunjung membaik. Jumlah kasusnya kian hari terus bertambah. Dampaknya pun semakin meluas, tak hanya dari segi kesehatan, tapi juga ekonomi. Pemutusan hubungan kerja serta kemiskinan mendominasi pemberitaan selama pandemi ini.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak awal pandemi Covid-19 terus menyalurkan sedekah masyarakat untuk berbagai kebaikan. Bantuan pangan menjadi salah satu konsentrasinya. Berbagai program digulirkan sebagai medium implementasi. Misalnya saja Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI), Beras untuk Santri Indonesia (BERISI), dan pendistribusian Air Minum Wakaf yang menjangkau banyak lokasi.

Melalui program SKPI, per 19 Maret hingga 10 Juli 2020, ACT telah menyalurkan lebih dari 220 ribu kilogram beras bagi sekitar 42 ribu keluarga di 304 desa di Indonesia. Pendistribusian tersebut melibatkan sekitar 1.300 relawan yang tergabung dalam tim Masyarakat Relawan Indonesia.

Danu Putra Anugrah dari Tim Program ACT mengatakan, pendistribusian ratusan ribu kilogram beras tersebut dilakukan dalam 431 aksi. “Untuk ke depannya, jangkauan manfaat bantuan pangan ini akan terus meluas seiring dengan terus dilakukannya implementasi di berbagai daerah,” jelasnya, Senin (13/7).

Salah satu warga yang mendapat manfaat beras dari program SKPI ialah mereka yang tinggal di Pulau Lancang, Pulau Pramuka, serta Pulau Kelapa di wilayah Kepualaun Seribu. Mei lalu, ratusan paket dikirimkan untuk merespons kebutuhan pangan warga di sana yang sedang dibatasi aktivitasnya sejak pandemi melanda.

Bantuan pangan dari ACT tak hanya melalui program SKPI saja, ada juga BERISI yang ACT luncurkan sebagai respons untuk mendampingi santri yang sedang menjalankan pendidikan di pesantren prasejahtera. Sejak diluncurkan pada 22 Oktober 2019 lalu, program BERISI terus berjalan hingga sekarang. Dalam periode 19 Maret hingga 10 Juli 2020, lebih dari 9.000 kilogram beras tersalurkan untuk sekitar 5.000 santri penerima manfaat di 16 kabupaten/kota.

Di samping paket pangan berupa beras yang menjadi kebutuhan pokok, ACT bersama Global Wakaf juga terus menyalurkan Air Minum Wakaf hasil dari produksi Lumbung Air Wakaf. Ribuan karton air mineral dari dua Lumbung Air Wakaf di Pasuruan dan Purwakarta disalurkan ke berbagai masjid, pesantren, hingga masyarakat prajahtera.

Sejak pertengahan Maret hingga Juli 2020, telah terdistribusi 4.600 karton Air Minum Wakaf yang bisa dinikmati oleh lebih dari 66 ribu jiwa. Air minum gratis tersebut menyasar hingga 12 kabupaten/kota dengan melibatkan sampai 151 relawan.

Hadirnya beras serta Air Minum Wakaf dari Global Wakaf dan ACT merupakan ikhtiar dalam penanganan dampak Covid-19 yang hingga kini masih terus perlu mendapat pendampingan. Bantuan yang sudah tersalurkan pun bukan berarti telah menyelesaikan permasalahan. Pada Mei lalu, Menteri Koordinasi bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Mujadjir Effendy menyebut kemungkinan adanya peningkatkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Faktornya akibat banyak orang yang kehilangan pendapatan selama pandemi akibat pembatasan aktivitas. Untuk itu, masih perlunya saling ulur tangan dalam menghadapi pandemi yang tak kunjung usai ini.[]