Kebaikan Dermawan Bantu Azwa dari Penyakit Kolostomi

Kenalkan, namanya Azwa Ramadani. Anak tangguh asal Tasikmalaya yang memiliki keinginan kuat untuk sembuh dari penyakit kolostominya.

Kebaikan Dermawan Bantu Azwa dari Penyakit Kolostomi' photo
Azwa Ramadani (8) usai menjalani operasi pemindahan saluran pembuangan dari perut ke lubang anus, Sabtu (24/10). (ACTNews/Farid Abdul Latif)

ACTNews, TASIKMALAYA – Kebaikan Sahabat Dermawan membantu Azwa Ramadani (8) menjalani operasi penutupan lubang kolostomi di perut dan operasi pemindahan saluran pembuangan dari perut ke lubang anus, Sabtu (24/10). Selama satu pekan, sejak Selasa (20/10), Azwa yang didampingi Tim Masyarakat Relawan Indonesia Tasikmalaya sudah berada di RS Margono Soekarjo untuk menjalani rangkaian pengobatan menuju tindakan operasi.

Relawan MRI Tasikmalaya Hendrayani, pendamping pengobatan Azwa, melaporkan, saat ini Azwa masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. “Azwa sekarang masih dirawat di rumah sakit. ACT dan MRI Tasikmalaya terus membersamai Azwa, insyaallah,” kata Hendrayani, Selasa (27/10).

Azwa menderita penyakit tersebut sejak usia dua tahun. Saat lahir, Azwa memiliki lubang anus yang normal. Namun setelah menjalani pengobatan untuk meluruskan kakinya yang bengkok, lubang anus Azwa menyempit sehingga mengganggu BAB.

“Akhirnya dilakukan pembuatan lubang kolostomi di perut,” ungkap Yeni. Ikhtiar itu sudah dilakukan pada 2015, saat usia Azwa masih 2,5 tahun.

Kini usia Azwa hampir 8 tahun. Selama lima tahun pula orang tua Azwa berjuang melakukan serangkaian pengobatan rutin di rumah, salah satunya businasi. Tahap lanjut, Azwa seharusnya melakukan operasi penutupan lubang kolostomi di perut dan operasi pemindahan saluran pembuangan dari perut ke lubang anus, namun keterbatasan ekonomi membuat operasi tersebut belum bisa dilaksanakan. Baru pada Sabtu lalu, Azwa mendapat kesempatan untuk melakukan operasi penutupan lubang kolostomi di perut dan operasi pemindahan saluran pembuangan dari perut ke lubang anus.

Ungkapan rasa syukur yang amat mendalam disampaikan oleh Yeni Rosmiati (38), ibu Azwa. Ia mengenang lima tahun perjuangan untuk kesembuhan anaknya. “Alhamdulillah saat bertemu dengan ACT, beban kami teringankan. Terima kasih ACT sudah membantu seluruh rangkaian pengobatan Azwa sampai operasi dan pemulihan. Semoga kebaikan ACT, MRI, dan para dermawan Allah ganti dengan yang lebih baik,” ungkap Yeni menahan haru.[]