Kebaikan Dermawan Borong Dagangan Pedagang Telur Asin di Ciputat

Hari itu, melalui tim ACTNews, telur asin yang tersisa 50 butir diborong dan dihargai lebih banyak melalui program Borongin Modalin Pedagang Kecil.

Hendrik Penjual Telur Asin
Hendrik, penjual telur di wilayah Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan (ACTNews/Rabbani)

ACTNews, TANGERANG SELATAN — Hendrik (51) penjual telur asin dengan semangat mendorong trolinya di kawasan Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan. Ada yang unik dari penampilan Hendrik, ia berjalan tanpa alas kaki menjejaki sudut Kota Tangsel. 

“Kebetulan hari ini masih banyak. Biasanya kalau sudah keliling sudah habis separuh, cuma ini belum,” ujar Hendrik saat ditemui ACTNews, Rabu (13/10/2021) siang. Ia tengah beristirahat di Masjid Al Istiqomah, di wilayah Ciputat, saat itu.

Hendrik mulai berjualan pukul 09.00 WIB. Sekitar dua jam ia kembali ke rumah. Habis tidak habis dagangannya, ia harus pulang, sebab tubuhnya tidak bisa dipaksakan. Ia mengidap strok sejak Juli 2020. Berjalan kaki jualan telur asin sekaligus menjadi media Hendrik terapi.

Hendrik menjual telur asin dari salah satu distributor. Jika habis, ia mendapat keuntungan Rp 90 ribu sehari. Namun, tidak jarang telur asin yang ia jual ditawar pembeli dengan harga sangat murah. “Saya percaya sama Allah, nanti Allah yang ganti rezeki saya,” ucapnya sambil berkaca-kaca.

Penghasilan Hendrik digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari membayar kontrakan hingga makan sehari-hari. Di rumah, istri Hendrik juga mencari nafkah dengan berjualan mendoan.

Hari itu, melalui tim ACTNews, telur asin yang tersisa 50 butir diborong dan dihargai lebih banyak melalui program Borongin Modalin Pedagang Kecil.

Hendrik yang tak menyangka, mendapat rezeki tambahan tak kuasa menahan tangis. Air matanya membasahi seluruh pipi. Sembari mengucap syukur Hendrik mendoakan Sahabat Dermawan dan Donatur agar selalu diberi kemudahan dan kelimpahan rezeki.[]