Kebaikan Dermawan Sapa Pengungsi Rohingya di Pekan Terakhir Ramadan

Sepuluh hari Ramadan, kesediaan pangan pengungsi Rohingya terus diperhatikan para dermawan.

Kebaikan Dermawan Sapa Pengungsi Rohingya di Pekan Terakhir Ramadan' photo

ACTNews, RAKHINE – Kebaikan dermawan hadir di tengah-tengah kehidupan pengungsi Rohingya di Kamp Manzi, Kota Sittwe, Myanmar. Selasa (28/5), ratusan paket pangan diantarkan langsung kepada mereka yang sudah lebih dari dua tahun tinggal di pengungsian itu. Para pengungsi Rohingya pun dikumpulkan. Satu per satu paket bantuan pangan yang terdiri dari 50 kilogram beras, minyak sayur, tepung terigu, jus, dan susu dibagikan.

Sucita Ramadinda dari Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap (GHR - ACT) mengatakan, pembagian paket pangan untuk pengungsi Rohingya terus diikhtiarkan pada Ramadan, terutama menjelang hari raya Idulfitri. Menurut Sucita, pembagian paket pangan ini sebagai ikhtiar meredam krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

“Rohingya Muslim di Arakan hidup dalam kemiskinan dan di bawah represi militer Myanmar. Mereka terblokade. Tidak ada sumber penghasilan membuat mereka kesulitan mendapatkan makanan. Maka dari itu, Aksi Cepat Tanggap terus berikhtiar memenuhi kebutuhan mereka paling dasar, yaitu pangan,” terang Sucita, Jumat (31/5).

Pada Ramadan ini, Aksi Cepat Tanggap bersama para dermawan terus berikhtiar memberikan bantuan yang terbaik bagi para pengungsi Rohingya di Myanmar maupun di Bangladesh. Sucita melaporkan, pada implementasi kali ini, paket pangan dibagikan untuk 100 kepala keluarga yang tinggal di Kamp Manzi.




Selain paket pangan, para pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Sittwe dan Buthidaung juga melakukan buka puasa bersama. Selama lima hari, Sabtu hingga Rabu (25-29/5) menu iftar para pengungsi Rohingya itu hadir dari kedermawanan masyarakat Indonesia melalui Aksi Cepat Tanggap. “Pekan ini, Aksi Cepat Tanggap menyajikan menu iftar bagi 1.350 orang Rohingya Muslim di Arakan,” kata Sucita.

Kehadiran bantuan pangan itu pun membahagiakan para pengungsi internal Rohingya. Salah satunya Sawlay Ma Khatu. Ia mengaku tidak lagi memiliki apa pun. Bahkan ia tidak memiliki pakaian yang cukup bagi anak-anak dan setiap orang di rumah. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada ACT yang membantu kami bertahan menghadapi masalah. Kami menghadapi berbagai masalah dari tidak memiliki pekerjaan dan setiap orang bergantung pada bantuan makanan,” ungkap Sawlay.

Selain di Rakhine, pada  pekan yang bersamaan, ratusan pengungsi Rohingya di Bangladesh juga menikmati menu iftar lezat dari kedermawanan masyarakat Indonesia. Di Bangladesh, bantuan iftar untuk pengungsi Rohingya berlangsung di Kamp Bulukhali pada Ahad (26/5) hingga Selasa (28/5). []

Bagikan