Kebaikan Lumbung Sedekah Pangan Buat Penjual Roti Keliling di Ambon Terharu

Sudah hampir enam tahun Risnawati menjual roti. Di tengah pandemi, pendapatannya ikut menurun. Sebelum pandemi, Risnawati biasa mendapat penghasilan Rp80 ribu - Rp90 ribu. Kini pendapatannya kurang dari itu. Ia pun harus semakin berhemat dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.

Risnawati (kanan) dan anaknya di Lumbung Sedekah Pangan ACT Maluku, Selasa (20/10). (ACTNews)

ACTNews, AMBON – “Sembako ini dijual?” tanya Risnawati yang Selasa (21/10) siang melintasi Lumbung Sedekah Pangan yang didirikan Aksi Cepat Tanggap Maluku. Ia penjual roti keliling di kawasan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Saat relawan ACT Maluku mengatakan bahan makanan itu dibagikan gratis, ia terharu.

Ditemani sang anak, Risnawati menenteng sejumlah kotak roti sambil menyeru “roti… roti!” Sudah hampir  enam tahun Risnawati menjual roti. Di tengah pandemi, pendapatannya ikut menurun. Sebelum pandemi, Risnawati biasa mendapat penghasilan Rp80 ribu - Rp90 ribu. Kini pendapatannya kurang dari itu. Ia pun harus semakin berhemat dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.

Ia pun segera mengambil sejumlah kebutuhan pangan di Lumbung Sedekah Pangan. Ada beras, minyak goreng, dan telur dari para dermawan yang akan menemani makan keluarga itu. “Makasih ya adik-adik telah berbagi sembako (bahan makanan) kepada saya. Alhamdulillah, semoga Allah membalas kebaikan kalian semuanya,” ujar Risnawati. 

Risnawati adalah salah satu sosok ibu yang terus berjuang untuk kehidupan keluarganya. Dari berjualan roti, Risnawati membiayai sekolah anaknya sekaligus menopang penghasilan suaminya sebagai buruh kasar di pelabuhan.

Lumbung Sedekah Pangan merupakan gerakan filantropi yang digagas Aksi Cepat Tanggap di awal September lalu. Aksi ini terus berjalan di Ambon. Lumbung Sedekah Pangan mengajak masyarakat Kota Ambon memberikan sedekah kepada masyarakat prasejahtera di era kenormalan baru ini, yang belum juga mengalami pemulihan ekonomi.[]