Kebaikan Sumur Wakaf Keluarga Hadir di Rumah Maspuah

Kondisi MCK di rumah Maspuah (53) masih kurang layak. Kamar mandinya tak beratap dan seadanya untuk digunakan enam jiwa.

sumur wakaf keluarga
Kehadiran Sumur Wakaf diharap memudahkan Maspuah dalam mengakses sanitasi yang layak. (ACTNews)

ACTNews, TANGERANG – Sudah 35 tahun Maspuah (53) tinggal di rumah yang sederhana, berbentuk gubuk yang terbuat dari kayu, di Kampung Cisauk Girang, Kelurahan Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kota Tangerang. 

MCK di rumah Maspuah juga kurang layak, bahkan tidak ditutupi atap. Kakus pun ala kadarnya. Dalam kondisi itu, keluarga Maspuah harus kebasahan jika memakai MCK dalam keadaan hujan. Rasa khawatir juga hinggap ketika kondisi angin kencang, mereka takut MCK maupun rumah itu akan roboh.

Maspuah ingin memperbaiki rumah dan fasilitasnya, tetapi apa daya, penghasilannya saat ini hanya untuk memenuhi kebutuhan harian. Maspuah bekerja sebagai buruh cuci di sebuah perumahan dengan upah Rp600 ribu dalam satu bulan. Gaji itu ia pakai untuk menafkahi enam jiwa.


Kondisi MCK Mpu sebelum dibangun Sumur Wakaf. (ACTNews)

“Saya harus membiayai cucu yang masih sekolah. Mereka sudah ditinggal orang tua sepuluh tahun lalu,” cerita Maspuah kepada tim Global Wakaf-ACT April lalu.

Global Wakaf-ACT pun membangun satu unit Sumur Wakaf Keluarga di rumah Maspuah. Sumur Wakaf amanah dari para dermawan ini telah selesai dibangun April lalu.


Moch Nurul Ramadhan dari Tim Global Wakaf-ACT menjelaskan, selain mempermudah sanitasi yang layak, pembangunan Sumur Wakaf Keluarga diharapkan dapat meringankan kesulitan keluarga Maspuah.

“Kami mewakili keluarga maspuah berterima kasih kepada Sahabat Dermawan yang membantu pembangunan sumur wakaf dan MCK untuk keluarga beliau. Kini, beliau bisa benar-benar fokus mencari nafkah tanpa risau karena kamar mandinya yang tidak layak. Semoga kebaikan ini bisa terus kita lakukan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” kata Nurul.[]