Kebaikan Terus Mengalir di Tengah Pembatasan Sosial

Jumat lalu, Masjid As Syakirin di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak melaksanakan salat Jumat karena pemberlakuan kebijakan PSBB oleh Pemerintah DKI Jakarta. Walaupun begitu, kebaikan di hari Jumat tetap mengalir tak terbatas, salah satunya melalui Lumbung Sedekah Pangan.

Salah satu penerima manfaat Lumbung Sedekah Pangan Masjid As Syakirin adalah anak-anak yatim dan duafa. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Puluhan paket pangan yang dipak dalam plastik memenuhi rak Lumbung Sedekah Pangan Masjid As Syakirin, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (18/9) sore. Paket yang berisi gula, teh, mi instan, dan kopi itu sumbangan salah satu dermawan.

Selain pemberi paket pangan, ada juga dermawan yang meletakkan puluhan kap kurma di keranjang susun itu. Di lain kesempatan bahkan ada yang menaruh nasi kotak. “Setiap Jumat memang banyak muhsinin yang memberikan bantuan untuk para jemaah,” cerita Ustaz Niman Saaman, Koordinator Peduli Yatim Masjid As Syakirin, ketika ditemui ACTNews Jumat lalu.

Di tengah pembatasan aktivitas ibadah karena pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar, Masjid As Syakirin tetap dipenuhi kebaikan para dermawan. Niman mengatakan, pembagian bingkisan pangan biasanya selalu ada di hari Jumat dan dilakukan setelah salat Jumat, namun tidak untuk Jumat itu.


Koordinator Yatim dan Dhuafa Masjid As Syakirin Niman Saaman. (ACTNews/Gina Mardani)

Niman yang sudah lima tahun mengabdi di As Syakirin itu mengatakan, Lumbung Sedekah Pangan menjadi salah satu kegiatan yang masih berjalan di Masjid As Syakirin walaupun PSBB. Ada sejumlah dermawan yang rutin menyumbang setiap hari Jumat sehingga para jamaah yang membutuhkan tetap mendapatkan bantuan. “Ada yang nyumbang bingkisan pangan, ada yang nyumbang kurma, ada juga yang nyumbang nasi kotak. Ada juga yang tidak rutin, misalnya ada jemaah jauh yang memberikan paket sembako,” lanjutnya. 

Bantuan rutin itu pun dibagikan kepada anak-anak yatim binaan masjid dan keluarga duafa yang tinggal di sekitar masjid dengan total penerima manfaat mencapai 50 orang.

Yatim dan duafa yang menjadi penerima manfaat datang dari murid pembelajaran Alquran Masjid As Syakirin. Sore hari saat pembelajaran Alquran berlangsung, bingkisan pangan dan kurma baru dibagikan kepada anak-anak yang datang mengaji. “Ini dibagikannya satu-satu ya, karena enggak semua anak (yatim) hadir, sore ini, memang kami batasi” kata Niman sambil memberikan sebuah bingkisan ke salah satu muridnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Program ACT Jakarta Selatan Muhammad Albar menerangkan, Lumbung Sedekah Pangan di Masjid As Syakirin merupakan bagian dari 12 lumbung yang aktif di Jakarta Selatan. Program LSP ACT Jaksel antara lain ada di wilayah Jagakarsa, Kebayoran Baru, Lenteng Agung, Cilandak, Lebak Bulus, dan Pesanggrahan.

“Lumbung Sedekah Pangan insyaallah terus berjalan. Kami sediakan di sejumlah masjid dan rumah relawan. Apa pun yang ada di dalam rak dapat ditaruh dan digunakan secukupnya oleh siapa saja. Untuk itu, kami juga ingin mengajak masyarakat meluaskan kebaikan sedekah pangan ini melalui program-program ACT yang bisa dilihat di Indonesia Dermawan,” ajak Albar.

Selain dapat memberikan bantuan pangan di rak-rak yang telah disediakan, Sahabat Dermawan bisa juga memberikan bantuan tunai dengan transfer ke nomor rekening BNI Syariah #8800006651 atas nama Aksi Cepat Tanggap.[]