Kebaikan Terus Mengalir lewat Lumbung Sedekah Pangan

Lumbung Sedekah Pangan saat ini terus mengalirkan kebaikan dalam bentuk kebutuhan pangan. Lokasinya pun telah tersebar di berbagai daerah dan warga sekitar lumbung ikut tergerak dalam aksi kebaikan tersebut.

Salah satu penerima manfaat Lumbung Sedekah Pangan yang ada di depan Kantor Cabang ACT Bogor. Di Bogor sendiri sudah tersedia 12 titik Lumbung Sedekah Pangan dan jumlah ini akan terus bertambah. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Masuk pekan ke-10 hadirnya Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan di wilayah Bogor, kebaikan terus mengalir dari masyarakat. Hal ini ditunjukkan dari selalu penuhnya Lumbung Sedekah Pangan dengan berbagai kebutuhan pokok. Ada minyak goreng dalam kemasan gelas, beras, sayur-mayur, gula, garam, hingga makanan ringan yang bisa diambil secara gratis oleh warga prasejahtera. Hadirnya berbagai kebutuhan pokok di Lumbung Sedekah Pangan ini merupakan buah dari kedermawanan masyarakat sekitar.

Salah satu titik Lumbung Sedekah Pangan yang tiap pekannya selalu ada kebutuhan pokok berada di Kampung Bantarjati Kaum, Desa Bantarjati, Bogor Utara. Di tempat ini, khususnya hari Jumat, lumbung tersebut selalu dipenuhi dengan berbagai kebutuhan pokok. Hadirnya kebaikan ini menjadi cerminan bahwa adanya pandemi Covid-19 yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan tak menyurutkan kedermawanan warga, namun justru menggerakkan mereka untuk berbagi.

Khisnul Khasanah dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bogor mengatakan, hingga saat ini, sudah ada 12 titik Lumbung Sedekah Pangan yang tersebar di Bogor dan yang menggerakkan ialah warga di sekitarnya. Harapannya, lumbung ini bisa menjadi medium kebaikan warga di tengah pandemi Covid-19. “Respons warga sekitar Lumbung Sedekah Pangan sangat baik. Setiap pekan, khususnya hari Jumat, pasti selalu penuh lumbung atau rak sedekahnya. Ada juga yang nyumbang uang, dan langsung dikonversi dalam bentuk kebutuhan pangan,” jelas Khisnul, Ahad (4/10).

Tak hanya di Bogor, Lumbung Sedekah Pangan juga ada di wilayah Surabaya. Di Ibu Kota Jawa Timur itu, terdapat 20 lumbung yang tersebar di berbagai titik. Banyaknya lumbung tersebut bertujuan untuk meluaskan kedemawanan serta jangkauan penerima manfaat.

Marjan, seorang penjual jipang asal Blora yang merantau di Surabaya, merupakan salah satu penerima manfaat dari hadirnya Lak sedekah pangan. Baginya, kebutuhan pangan yang bisa diambil secara gratis di rak sedekah pangan merupakan hal sangat membantu. Terlebih, sejak pandemi ini, pendapatannya menurun drasti. Marjan sejak pandemi ini tak bisa pulang ke Blora untuk menjenguk keluarganya, jangankan untuk ongkos, untuk kebutuhan makan hariannya pun, ia susah memenuhinya.

Lumbung Sedekah Pangan di Bogor dan Surabaya itu merupakan sedikit dari luasnya jangkauan aksi gerakan yang baru pada Agustus lalu diluncurkan. Harapan besar dengan adanya Lumbung Sedekah Pangan dapat menggerakkan warga yang ekonominya dikatakan “mampu” untuk membantu mereka yang sekarang sedang mengalami keterpurukan. “Sedekah terbaik untuk Lumbung Sedekah Pangan bisa dihadirkan langsung dalam bentuk pangan ke rak yang tersedia. Jika dermawan ingin bersedekah dalam bentuk uang pun bisa menitipkan ke relawan ACT yang bertugas atau mengakses laman Indonesia Dermawan,” ajak Khisnul.[]