Kebakaran Hanguskan Ratusan Kamp Pengungsi Rohingya

Sebanyak 330 hunian atau kamp para pengungsi Rohingya terbakar pada Selasa (13/5) kemarin waktu setempat. Mayoritas kamp yang terbuat dari bambu dan terpal tipis ini hancur total dalam kebakaran.

Kebakaran Hanguskan Ratusan Kamp Pengungsi Rohingya' photo
Tangkapan layar video yang menunjukkan kebakaran Rohingya. (Anadolu Agency)

ACTNews, KUTUPALONG – Api melalap habis 330 hunian etnis Rohingya di Kamp Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh. Tak ada korban jiwa dalam kejadian pada Selasa  (12/5) lalu waktu setempat, namun 10 pengungsi menderita luka-luka.

Emdadul Haq, salah satu pejabat pemadam kebakaran setempat mengatakan, 330 bangunan yang mayoritas terbuat dari terpal tipis dan bambu, sehingga kamp pengungsi dapat hancur total dalam kebakaran. Media setempat mengatakan, api berasal dari ledakan sebuah toko tabung gas.

"Sepuluh orang terluka dalam kecelakaan itu. Ini adalah kebakaran terbesar (yang telah terjadi) di kamp-kamp" ujar Emdadul seperti dilansir AFP.

Dilansir dari CNN Indonesia, Para pakar dan relawan sudah memperingatkan bahwa kamp pengungsian yang sangat padat itu rentan terhadap kebakaran.


Kondisi kamp pengungsian Rohingya difoto dari atas udara. (AFP/ Dibyangshu Sarkar)

"Kami telah melihat langsung kebakaran dalam skala yang lebih kecil, tetapi tidak pernah melihat kerusakan yang sangat besar seperti saat ini. Banyak penduduk yang mencoba bertahan hidup dengan membuka toko kecil-kecilan. Mereka yang paling terdampak," kata tokoh Rohingya, Abdur Rahim.

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan mereka telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk membantu para pengungsi yang terdampak. Tim akan mendistribusikan kebutuhan pokok seperti makanan dan barang-barang lainnya.

Para pengungsi Rohingya di Bangladesh masih bertahan dalam keterbatasan pada Ramadan ini, ditambah saat ini mewabahnya Covid-19. Dikutip dari RFI.fr, pemerintah Bangladesh telah melakukan karantina total untuk wilayah kamp-kamp pengungsian warga Rohingya. Hanya pasokan makanan darurat dan layanan medis yang dapat beroperasi di kamp-kamp pengungsian.


Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus membantu para pengungsi Rohingya yang sampai sekarang masih harus tinggal jauh dari rumah dengan segala kesulitan. Salah satunya pendistribusian bahan pangan dan hidangan iftar selama Ramadan ini.

“Para penerima manfaat dari anak-anak hingga orang dewasa. Dalam sehari, sebanyak 220 orang dari Kamp Kutupalong dan 110 orang dari Kamp Balukhali yang menerima bantuan iftar ini,” kata Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Bantuan pangan tersebut merupakan amanah dari masyarakat Indonesia untuk berbagi kebahagiaan Ramadan kepada para pengungsi Rohingya. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka, terutama saat Ramadan yang hadir di masa pandemi Covid-19. []


Bagikan

Terpopuler