Kebakaran Hebat Hanguskan Kamp Pengungsi Rohingya di India

“Kami kehilangan segalanya. Api bahkan menghancurkan sedikit uang tunai yang kami simpan untuk kebutuhan sehari-hari. Kami tidak punya satu rupee pun untuk membeli air," ujar salah satu pengungsi Rohingya yang gubuk pengungsiannya di Madanpur Khadar, India, hangus terbakar.

kamp rohingya terbakar
Ilustrasi. Kamp pengungsi Rohingya yang hangus terbakar. (Dokumen Istimewa)

ACTNews, NEW DELHI Musibah kembali dialami muslim Rohingya yang menempati kamp pengungsian di daerah Madanpur Khadar, New Delhi, India. Kamp yang berisi tenda-tenda sederhana yang terbuat dari kayu dan terpal tersebut, mengalami kebakaran hebat pada Sabtu (12/6/2021) sekitar pukul 23.30 waktu setempat. 

Berdasarkan penuturan salah satu pengungsi, Sufia Khatoon (32), ia melihat api muncul dari sebuah gubuk yang telah ditinggalkan. Saat itu ia sedang tidur di dalam gubuknya bersama ibu dan anaknya yang mengalami cacat fisik.

“Ketika kami melihat api, saya memegang tangan ibu saya dan menggendong anak saya dan melarikan diri ke tempat yang aman di luar kamp. Kami kehilangan segalanya. Api menghancurkan bahkan sedikit uang tunai yang kami simpan untuk kebutuhan sehari-hari. Kami tidak punya satu rupee untuk membeli air," kata Khatoon seperti dikutip dari Aljazeera.

Jarak antartenda yang berdekatan, serta bahan pembuatan tenda yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat menyebar ke seluruh kamp. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun diperkirakan ratusan pengungsi Rohingya telah kehilangan tempat tinggal dan kebingungan mencari tempat tinggal.

Sementara itu, pihak kepolisian India yang telah melakukan penyelidikan mengatakan, korsleting listrik menjadi penyebab  kebakaran tersebut. “Para ahli ilmu forensik telah mengumpulkan sampel kabel listrik dari lokasi untuk memastikan penyebab di balik kebakaran tersebut,” kata Bharat Singh, seorang petugas investigasi Polisi Delhi

Namun, Khatoon mengatakan, gubuk tempat api berasal tidak memiliki pasokan listrik atau kabel. Pengungsi lainnya, Mohammad Farooq (38), mengatakan bahwa beberapa jam sebelum kebakaran, beberapa pria bertopeng telah tiba di kamp dan menyuruh para pengungsi untuk mengosongkan tanah. Namun, karena dianggap hanya peringatan biasa, para pengungsi saat itu tidak menggubrisnya.

Kebakaran juga bukan yang pertama kali para pengungsi Rohingya rasakan di India. Pada tahun ini saja, sudah tiga kali al serupa terjadi, menyebabkan banyak pengungsi kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Padahal, jumlah pengungsi Rohingya yang diperkirakan tinggal di kamp-kamp di kota-kota India, termasuk Jammu, Hyderabad dan Nuh cukup banyak. Sekitar 40 ribu. []