Kebakaran hingga Pandemi, Ujian Sumiati Pertahankan Usaha Kecil

Usaha aneka jus yang telah lima tahun digeluti Sumiati menjadi pemasukan utama ekonomi keluarganya. Akan tetapi kini pandemi datang dan membuat omsetnya turun drastis.

Sumiati berjualan jus di rumahnya di Jakarta Selatan
Sumiati saat ditemui di warung jus miliknya di kawasan Jakarta Selatan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN Di bilangan Jakarta Selatan yang dipenuhi gedung bertingkat nan mewah, ternyata masih banyak warga yang kondisi ekonominya masih prasejahtera. Mereka tinggal di gang-gang sempit ibu kota. Warga ini juga tak tentu bekerja di gedung tinggi tersebut. Akan tetapi mereka mengais rezeki lewat profesi lain. Ada yang sebagai pekerja lepas, pengemudi ojek, hingga pelaku usaha kecil.

Sumiati salah satunya. Janda dua anak ini mencari nafkah dari berjualan aneka jus. Sudah lima tahun belakangan ia menggeluti usaha ini dengan penghasilan yang tak menentu, namun bisa menopang ekonomi keluarga.

Perempuan yang tinggal di kawasan Simprug tersebut pernah mengalami musibah, yaitu kebakaran tempat usaha. Namun, musibah itu tidak menggetarkan dirinya untuk kembali membuka warung kecil di depan rumah. “Dari sini saya dapat uang, walau masih skala kecil,” ungkap Sumiati di pertengahan Februari ini.

Kini, Sumiati tengah merintis kembali usaha kecilnya pascakebakaran. Akan tetapi, ia kembali dihadapi dengan ujian: pandemi Covid-19. Bencana ini membuat omsetnya turun drastis, lebih dari 50 persen. Pembatasan aktivitas di Jakarta yang merupakan episentrum sebaran virus menjadi faktor utama sepinya pembeli. Sumiati pun tak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa tetap berjualan dengan mengharapkan segera kondisi normal.

“Setiap hari saya belanja buah-buahan di Pasar Kebayoran, minimal 100 ribu (rupiah) buat modal. Tapi sekarang untungnya turun drastis,” ujarnya.

Demi meningkatkan dan memperbaiki kondisi ekonomi dan usaha kecilnya, di bulan 2021 ini Sumiati menerima bantuan modal dari Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia yang Global Wakaf-ACT inisiasi. Program ini hadir sebagai solusi permodalan di tengah menurunnya omset usaha kecil dampak pandami.

Raka Ginanjaya Gumelar dari tim Global Wakaf-ACT mengatakan, saat ini Global Wakaf-ACT tengah meluaskan manfaat wakaf yang masyarakat salurkan ke berbagai wilayah di Indonesia. Sasarannya ialah usaha kecil yang menjadi penopang ekonomi warga prasejahtera.

“Manfaat wakaf sangatlah luas, termasuk terus menghidupkan usaha kecil yang sedang ditimpa musibah pandemi,” jelas Raka, Kamis (18/2/2021).

Selain di Jakarta, Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia juga diberikan ke pelaku usaha kecil serta mikro di wilayah terdampak bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Kedua wilayah ini menjadi salah satu prioritas lokasi implementasi karena untuk membantu proses pemulihan pascabencana dari sisi ekonomi.[]