Kebanggaan Sahabat Guru Indonesia dari Gunungkidul

“Kami merasa terhormat, bangga, dan luar biasa sekali dengan adanya program bantuan seperti ini," ungkap Sri Yatun, guru di Gunungkidul yang mendapatkan bantuan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia.

Kebanggaan Sahabat Guru Indonesia dari Gunungkidul' photo
Penerahan bantuan biaya hidup untuk guru prasejahtera di TKIT dan SDIT Bina Insani di Desa Giri Wungu, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. (ACTNews)

ACTNews, GUNUNGKIDUL – Manfaat program Sahabat Guru Indonesia (SGI) kembali dirasakan guru-guru pasejahtera di Gunungkidul, DIY. Beaguru kali ini diberikan kepada 6 guru honorer yang mengajar di TKIT dan SDIT Bina Insani di Desa Giri Wungu, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (17/1). Mereka yang menerima bantuan biaya hidup tersebut adalah Sri Yatun, Nurfita Agustina, Sumiyarti, Nurhidayati Nafsiyah, Susiyana, dan Rusmiyati. 

Sri Yatun selaku kepala sekolah sekaligus penerima bantuan biaya hidup guru merasa bangga dengan adanya Sahabat Guru Indonesia yang digagas Global Zakat-ACT. “Kami merasa terhormat, bangga, dan luar biasa sekali dengan adanya program bantuan seperti ini. Di sini kami merasa sangat terbantu terutama bagi para SDM di SDIT ini. Walaupun di dalam satu lingkup yayasan ada KB, TK, dan SD, alhamdulillah ketiganya mampu merasakan manfaat dari program ini,” ungkap Sri Yatun. 

“Kami juga merasa bahagia sekali dapat direspons secara positif oleh ACT, sehingga kami bisa mendapatkan bantuan yang mambantu ekonomi kami. Semoga ACT semakin sukses dan bisa selalu bisa istikamah mendampingi para guru honorer dengan program Sahabat Guru Indonesia ini,” tambah Sri Yatun.

Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bina Insani telah berhasil meraih beberapa prestasi kejuaraan dalam berbagai bidang, di antaranya dalam bidang olahraga, seni, dan juga keagamaan. Berhasilnya para siswa yang dapat meraih kejuaraan adalah juga berkat dorongan dan bimbingan dari para guru yang luar biasa meskipun dalam kondisi yang terbatas. 

Sekolah tersebut dikelola secara swasta dari Yayasan milik Pemerintah Giriwungu di pelosok Gunungkidul yang sudah berdiri sejak 2012. Gedung TK dan SD IT Bina Insani berada di dalam satu wilayah dengan kondisi ruang kelas yang masih sederhana. Untuk SDIT, saat ini memiliki total 6 kelas, dengan kondisi 5 kelas semi permanen dan 1 kelas permanen. 

Kharis Pradana selaku Koordinator Program Sahabat Guru Indonesia mengatakan, “Dengan terlaksananya program ini diharapkan dapat memberikan maslahat bagi penerimanya dan para guru bisa selalu memberikan inspirasi bagi para siswanya agar menjadi siswa yang baik dan terdidik,” pungkas Kharis. []


Bagikan