Kebutuhan Air di Karangasem Mendesak Jelang Puncak Kemarau

Air semakin menjadi kebutuhan mendesak di Kabupaten Karangasem, Bali. Musim kemarau yang telah berlangsung cukup lama dan menjelang puncaknya diperkirakan akan semakin menyulitkan warga dalam mendapatkan pasokan air bersih dari alam.

Kebutuhan Air di Karangasem Mendesak Jelang Puncak Kemarau' photo

ACTNews, KARANGASEM Musim kemarau terus memberikan dampak kekeringan di Kabupaten Karangasem, Bali. Dampak itu terlihat di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, yang  berada tak jauh dari Gunung Agung. Warganya mengandalkan bantuan air bersih atau harus mengambil dari sumber air yang cukup jauh dari permukiman.

“Dampak kemarau semakin terasa, terlebih menjelang puncaknya yang diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang. Kebutuhan air di Kerangasem, khususnya di Kecamatan Rendang yang berada di lereng Gunung Agung, semakin mendesak,” jelas Arif Marsudi dari tim ACT Bali, Senin (22/7).

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bali merespons dampak kekeringan di Bali ini dengan terus memasok air bersih ke Desa Menanga. Ahad (21/7), ACT mengirimkan 5 ribu liter air bersih bagi 439 jiwa di desa tersebut.


Di Kecamatan Rendang, selain mendistribusikan air bersih, ACT Bali juga melakukan ramah tamah ke warga setempat. Warga diperkenalkan dengan tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT. 

Arif menambahkan, peran MRI-ACT sebenarnya sudah lama di Bali, khususnya wilayah Gunung Agung yang beberapa waktu lalu sempat mengalami erupsi. Saat itu, tim MRI-ACT Bali mengevakuasi serta mendistribusikan bantuan untuk warga terdampak erupsi Gunung Agung.

“Kini kami kembali untuk mengantarkan air bersih bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air di musim kemarau,” pungkas Arif. []

Bagikan