Kebutuhan, Dampak, dan Hal yang Tertinggal Usai Banjir

Perumahan Ciledug Indah 1, Kota Tangerang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir yang menerjang Jabodetabek pada Sabtu (20/2/2021). Surutnya banjir menampakkan beragam permasalahan baru, dari kumuhnya lingkungan hingga kebutuhan pangan warga yang mendesak dipenuhi.

Kebutuhan, Dampak, dan Hal yang Tertinggal Usai Banjir' photo
Ayu dan suami korban banjir Tangerang sedang membersihkan rumahnya di Cilandak Indah 1, Kelurahan Pedurenan, Kabupaten Tangerang, Senin (22/02/2021). Akibat banjir, ia belum bisa beraktivitas normal seperti memasak dan berjualan. (ACTNews/Muhammad Ubaidillah)

ACTNews, KOTA TANGERANG - Jalan masuk menuju Perumahan Ciledug Indah 1, Kota Tangerang dipenuhi dengan gundukan sampah di kanan dan kiri. Aspal tertutup sisa-sisa lumpur banjir. Pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor harus hati-hati karena jalan licin dan penuh dengan lubang.

Pascabencana banjir yang merendam mayoritas wilayah Jabodetabek pada Sabtu (20/2/2021), aktivitas warga di Perumahan Ciledug Indah 1 belum normal. Warung-warung tutup, sampah berserakan di halaman dan sudut rumah, bercampur lumpur sisa banjir. Sementara itu, perabotan-perabotan rumah dikeluarkan, diletakkan di depan rumah dan pinggir jalan. Kasur, kursi, rak, lemari, meja, kulkas, dispenser, dan ranjang nampak kumuh. 

Selang-selang air dibentangkan dari satu rumah ke rumah yang lain, mengalirkan air yang digunakan warga untuk membersihkan perabotan rumah mereka. Sementara anak-anak terlihat riang berlompatan bermain air. 

Seorang ibu rumah tangga, Aurel, beserta putrinya, wara-wiri mengeluarkan sampah dan lumpur dari dalam rumah pada Senin siang itu. Ia bercerita tak sempat menyelamatkan perabotan rumah karena fokus menyelamatkan diri dan keluarga. Hanya pakaian yang ia bawa saat mengungsi. 

"Saya enggak mikir perabotan harus dibawa atau diamanin, yang penting anak dan keluarga selamat. Saya ikhlas dan sabar atas musibah ini, karena banyak yang kena (banjir). Saya tidak sendiri," katanya dengan mata yang berkaca-kaca.


Warga korban banjir Tangerang saat ditemui ACT di depan rumahnya di Ciledug Indah 1, Senin (22/02/2021). Rumah berantakan usai banjir, mereka tak sempat memasak.

Syukur atas bantuan makanan

Untuk meringankan beban para korban banjir di Tangerang, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membagikan makan siap santap. Dalam Operasi Makan Gratis (OMG) ini, sebanyak 600 porsi makanan didistribusikan. Target pendistribusian adalah korban banjir di wilayah Kota Tangerang, yakni di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, Wisma Tajur, Puri Kartika, Duren Villa, Wisma Tajur, serta Pondok Bahar.

Aurel menuturkan, makanan siap santap yang ia terima sangat membantunya. Hal ini mengingat dirinya masih fokus membersihkan rumah dan tidak mungkin bisa masak. Sementara untuk, untuk membeli makan juga jauh karena tidak ada warung nasi yang buka akibat banjir menerjang. "Saya belum bisa masak di rumah, masih berantakan, bersih-bersih dulu. Makanan ini sangat membantu, terima kasih," ungkapnya.

Sama halnya dengan Aurel, Ayu juga fokus mengeluarkan perabotan dari dalam rumahnya. Lumpur sisa banjir menutup lantai rumah kontrakannya di RT 04/ RW 01, Kelurahan Pedurenan, Ciledug, Kota Tangerang. "Boro-boro bisa masak, ini rumah masih berantakan," ujarnya.

Menurut Ayu, makanan siap santap meringankan bebannya yang tengah kesusahan akibat banjir. Fokus membersihkan rumah, Ayu tak terpikir untuk masak atau kembali berjualan. "Anak-anak udah rewel juga pada lapar, tapi iya mau gimana lagi ini rumah masih berantakan," ucap perempuan yang biasa berjualan Pecel Ayam ini. 

Hingga Senin (22/02/2021) pukul 16.30 WIB, air bekas mencuci perabotan membasahi jalanan Perumahan Ciledug Indah 1. Tumbuhan juga tampak layu, dedaunannya berlapis lumpur. Truk-truk sampah lalu lalang, lengkap dengan para petugas yang menaikkan sampah-sampah ke dalam truk. "Total 20 truk sampah sisa banjir di Ciledug Indah 1 berhasil diangkut," kata Bachrudin, petugas kebersihan Kota Tangerang yang tengah bertugas. 

Koordinator MRI Kota Tangerang Anggi Dwi Julianto mengatakan, Operasi Makan Gratis merupakan bentuk kepedulian ACT dan MRI dalam mendampingi korban banjir. Ia mengajak para dermawan untuk berdonasi dan berkontribusi dalam kerja-kerja kemanusiaan. "Mohon dukungannya sehingga kita terus membantu warga-warga yang terdampak bencana," ujarnya.[]