Kebutuhan Hunian Pengungsi Suriah Segera Terpenuhi

Pembangunan bricket house untuk pengungsi Suriah di Idlib Utara segera rampung. Rumah-rumah bata itu diperuntukkan bagi sekitar 300 jiwa.

Bricket house Aksi Cepat Tanggap untuk pengungsi Suriah di Idlib Utara. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB – Pembangunan hunian untuk pengungsi Suriah di wilayah Masshad Ruhin, Idlib, segera rampung. Bangunan yang diperuntukkan bagi 50 keluarga atau setara 300 jiwa itu kini tinggal menunggu kanalisasi air.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap melaporkan pembangunan bricket house dilakukan awal November dan rampung pada 25 Januari lalu. “Jumlah pengungsi Suriah yang terus bertambah tidak diimbangi dengan jumlah hunian layak. Jutaan dari mereka hingga saat ini tetap tinggal di tenda-tenda terpal yang tidak mampu menghalau suhu ekstrem hingga minus di musim dingin dan lebih dari 40 derajat Celsius di puncak musim panas,” terang Firdaus, Ahad (28/1/2021).

Mei 2020 lalu, ACT juga telah merampungkan hunian di Salaqin, idlib. dilengkapi dengan matras, kompor, pemanas suhu, bantal, selimut serta perlengkapn memasak agar huntara semakin nyaman ditinggali oleh pengungsi.

 

Sejak 2011, perang di Suriah telah merenggut ribuan nyawa dan menyebabkan 11 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Lebih dari setengah populasi Suriah terpaksa meninggalkan rumah. Sebanyak 6,6 juta pengungsi mencari keselamatan di negara-negara tetangga dan 6,1 juta lainnya menjadi pengungsi internal.

Firdaus melanjutkan, keberadaan hunian seperti yang nyaman memang menjadi dambaan bagi pengungsi Suriah yang sejak bertahun-tahun tinggal di tenda. Untuk itu, ia mengajak adanya gotong royong dari masyarakat luas untuk itu ia berharap masyarakat Indonesia dapat bekerja sama mewujudkan hunian untuk pengungsi Suriah.[]