Kecintaan Rahmad Aminulloh terhadap Dunia Pendidikan

“Manusia itu tidak pernah merasa cukup, agar cukup harus tetap bersyukur berapapun rezeki yang Allah kasih. Dengan begitu hidup terasa nikmat karena segala sesuatu selalu disyukuri,” kata guru honorer Rahmad Aminulloh.

rahmad aminulloah
Rahmad, seorang guru di Nganjuk, Jawa Timur, penerima beaguru Global Zakat-ACT sedang mengajar. (ACTNews)

ACTNews, NGANJUK — Kecintaan terhadap dunia pendidikan membuat Rahmad Aminulloh (38) setia menjadi guru. Sudah 18 tahun ia mengabdikan diri. Meski gaji yang ia terima dari mengajar tidaklah besar, hal itu membuat kesetiaannya luntur. 

“Dunia pendidikan sudah mendarah daging ke dalam diri saya. Sejak sekolah SMA sudah bertekad menjadi guru, dan di umur 20 terwujud (menjadi guru). Rasa cinta kadang mengalahkan hal lain, kayak gaji sedikit itu gak terlalu dipikirkan,” ungkapnya, Selasa (25/5/2021). 

Rahmad mengajar sekolah tingkat dasar di daerah Desa Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam sebulan ia mendapat gaji Rp800 ribu dan dibayar 2 bulan sekali. Meski gaji di bawah UMR, Rahmad mengaku tidak mempermasalahkannya. 

“Kalau dibilang cukup, itu enggak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manusia itu tidak pernah merasa cukup, agar cukup harus tetap bersyukur berapapun rezeki yang Allah kasih. Dengan begitu hidup terasa nikmat karena segala sesuatu selalu disyukuri,” ujar bapak dua anak itu. Rahmad sebenarnya ingin para guru honorer dapat mendapat upah layak.

Hingga saat ini, dari penghasilannya sebagai guru, Rahmad belum bisa secara pribadimempunyai tempat tinggal. Selama ini Rahmad dan istri beserta kedua anaknya masih menumpang di rumah mertua. 

“Inginnya punya rumah sendiri, jadi orang tua tidak tahu susahnya kita, cukup kebahagiaan yang diketahui. Naluri orang tua itu inginnya membantu, malu kalau terus dibantu,” jelasnya.

Sementara itu, mendukung semangat Rahmad Aminulloh mengabdi, Global Zakat-ACT menyalurkan bantuan berupa biaya hidup. Selain Rahmad, program Sahabat Guru Indonesia telah menyapa ratusan guru honorer dan pra sejahtera di Indonesia hingga pelosok.[]