Kedermawan Ureung Aceh Hadirkan Sumber Air Bersih di Palestina

Patungan wakaf yang dikumpulkan masyarakat Aceh melalui Global Wakaf-ACT Aceh mewujud Sumur Wakaf di Alshayma, Beit Lahia, Gaza, Palestina. Sumber air bersih itu dirasakan oleh lebih dari 15 ribu penerima manfaat.

Proses pengeboran Sumur Wakaf buah kedermawanan Ureung Aceh untuk masyarakat Alshayma, Beit Lahia, Gaza, Palestina. Sumur ini rampung dikerjakan pertengahan Maret lalu. (ACTNews)

ACTNews, PALESTINA Sumur Wakaf kembali dibangun di Palestina, baru-baru ini. Pertengahan Maret lalu, sumber air bersih itu dihadirkan di Alshayma, Beit Lahia, Gaza. Dengan kedalaman 42 meter dan kapasitas air 10 ribu liter per jam, manfaat Sumur Wakaf bisa dinikmati oleh 15.050 jiwa.

Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response-ACT menerangkan, Sumur Wakaf yang dibangun di Alshayma merupakan buah kedermawanan dari ureung atau masyarakat Aceh. Kehadiran sumber air bersih ini diharapkan membantu kebutuhan air warga Alshayma.

“Insyaallah, bersama-sama kita akan kembali membangun sumur wakaf dari lebih banyak kedermawanan masyarakat Indonesia di seluruh nusantara” ujar Said.

Sementara itu, Direktur Global Wakaf Aceh Husaini Ismail menjelaskan gagasan membangun Sumur Wakaf di Palestina dari kedermawanan masyarakat Aceh sudah digagas sejak beberapa tahun lalu.

“Alhamdulillah, setelah disampaikan kepada masyarakat Aceh, mereka antusias. Penggalangan wakaf pun tidak sampai setahun sejak diumumkan tahun lalu. Kehadiran Sumur Wakaf dari ureung Aceh menjadi bentuk solidaritas kami, masyarakat Aceh, untuk saudara kami di Palestina,” jelas Husaini. Bahkan, sampai saat ini masyarakat Aceh masih mengumpulkan kepedulian untuk membangun Sumur Wakaf selanjutnya di Palestina.

Sebagai informasi, Beit Lahia adalah terletak di wilayah utara Jalur Gaza dengan luas sekitar 27 kilometer. Populasi di wilayah ini meningkat secara signifikan sejak tahun 1948 dan saat ini diperkirakan ditempati oleh 101.507 jiwa. Alshayma menjadi salah satu wilayah terbesar yang dimiliki kota Beit Lahia dengan 15.000 penduduk.[]