Kedermawanan Indonesia Sapa Keluarga Yatim Uighur di Turki

Hidup tanpa kepala keluarga membuat sejumlah keluarga Uighur di Turki hanya mengandalkan kebutuhan hidup dari bantuan yang datang.

Kedermawanan Indonesia Sapa Keluarga Yatim Uighur di Turki' photo
Tim ACT bertemu dengan sejumlah keluarga Uighur di Turki. Bantuan kemanusiaan diberikan kepada sejumlah keluarga Uighur dengan anak yatim pada Oktober ini. (ACTNews/Firdaus Guritno)

ACTNews, TURKI - Pada Oktober ini, puluhan keluarga Uighur di Turki kembali disapa para dermawan Indonesia. Pasalnya, melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT), buah kedermawanan itu disampaikan kepada 40 keluarga Uighur dalam bentuk dukungan bantuan biaya hidup.

"Bantuan bulan ini diberikan kepada 40 keluarga dengan anak-anak yatim. Sebagian besar dari mereka adalah pengungsi yang datang kisaran tahun 2016-2017 ke Turki," terang Firdaus Guritno dari  tim Global Humanity Response (GHR) - ACT, Senin (7/10).

Firdaus menerangkan, pemberian bantuan ini sudah dilakukan sejak hari-hari terakhir bulan September lalu dan dilanjut hingga pekan pertama Oktober. Bantuan untuk keluarga Uighur juga akan terus dilakukan seiring amanah dermawan yang terus disampaikan  melalui ACT.


Menurut laporan Firdaus, saat ini terdapat lebih dari 4.000 anak yatim Uighur di Turki. Anak-anak itu adalah korban konflik dan represi. Keadaan itu memaksa mereka mengungsi ke Turki. Mereka berasal dari dataran Mesir, Thailand, Pakistan, atau pun langsung dari Urumqi, ibu kota Daerah Otonomi Xinjiang, Cina. 

"Di Turki, kondisi keluarga yatim Uighur masih sangat membutuhkan bantuan untuk menyambung hidup. Sebagian dari mereka tidak lagi memiliki kepala keluarga atau pun kerabat dekat yang bisa menyokong kehidupan sehari-hari. Bahkan, dua sampai tiga keluarga ditempatkan di satu ruang apartemen. Mereka pun menggantungkan kebutuhan bulanan dari bantuan," lanjut Firdaus.

Isu kemanusiaan terkait Uighur pun terus disoroti dunia. Dalam agenda persidangan majelis umum PBB, isu represi yang dilakukan pihak tertentu atas Uighur menjadi pembahasan.[]

Bagikan