Kedermawanan Membersamai Pengungsi Suriah pada Ramadan 2020

Ramadan lalu juga digunakan sebagai momentum kerelawanan oleh dermawan Indonesia. Ribuan paket pangan yang berisi tepung, minyak goreng, kacang-kacangan, dan beberapa jenis bahan pangan lain diantarkan Aksi Cepat Tanggap ke wilayah Idlib. Tujuan penerima manfaat bantuan ini adalah keluarga miskin dan yatim Suriah yang melarikan diri dari peperangan dan menjadi pengungsi di negeri sendiri.

Pengungsi Suriah menerima bantuan pangan Ramadan dari Dermawan Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB – Banyak duka yang dialami pengungsi Suriah di bulan Ramadan 2020. Bulan suci yang bisa dihabiskan dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji dan tarawih malah dihancurkan dengan ledakan bom yang terjadi di Afrin, Aleppo Utara. Bom yang meledak di hari keenam Ramadan itu meluluhlantakkan bukan hanya pemukiman warga tetapi masa depan warga Suriah. Ledakan bom itu membuat 42 orang meninggal. Kelompok rentan seperti orang tua, perempuan, dan anak-anak ketakutan untuk beraktivitas. 

Ramadan lalu juga digunakan sebagai momentum kerelawanan oleh dermawan Indonesia. Ribuan paket pangan yang berisi tepung, minyak goreng, kacang-kacangan, dan beberapa jenis bahan pangan lain diantarkan Aksi Cepat Tanggap ke wilayah Idlib. Tujuan penerima manfaat bantuan ini adalah keluarga miskin dan yatim Suriah yang melarikan diri dari peperangan dan menjadi pengungsi di negeri sendiri.

Firdaus Guritno dari Global Humanity Response-Aksi cepat Tanggap menjelaskan, bantuan Ramadan tidak hanya terdiri dari bantuan bahan pangan. Aksi cepat tanggap juga mendistribusikan bantuan makanan siap saji iftar dan sahur, Menjelang Idulfitri, hadir juga bingkisan lebaran untuk anak-anak, biasanya berbentuk pakaian.

“Kurang lebih 1.800 orang pengungsi yang berlokasi di Arsal dan Idlib mendapatkan paket lebaran pada Ramadan tahun lalu. Mudah-mudahan, tahun ini Sahabat Dermawan akan kembali membersamai pengungsi Suriah di Ramadan dan Idulfitri dengan target lebih dari 20.000 penerima manfaat,” kata Firdaus.[]