Kedermawanan Pedagang Bawang untuk Maluku dan Wamena

Beus Rahmat Hidayat, pedagang bawang asal Tasikmalaya, mendonasikan uang sebesar Rp 10 juta untuk korban gempa Maluku dan konflik Wamena.

Kedermawanan Pedagang Bawang untuk Maluku dan Wamena' photo
Beus Rahmat Hidayat memeluk Ustaz Fadlan Garamatan sesaat setelah berdonasi untuk korban gempa Maluku dan konflik Wamena. (ACTNews/Mahesa Fikri)

ACTNews, TASIKMALAYA - Gelombang kedermawanan dan kepedulian untuk Maluku dan Papua terus mengalir mengalir. Hal ini terlihat dari seluruh jemaah yang hadir dalam safari dakwah Ustaz Fadlan Garamatan di Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar, pada Jumat (18/10) hingga Ahad (20/10).

Kedermawanan muncul dari seorang pedagang bawang di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya. Ia adalah Beus Rahmat Hidayat, yang juga menjadi jemaah kajian di Saung Joglo, salah satu tempat yang didatangi Ustaz Fadlan dalam safari dakwahnya. 

Beus mendonasikan uang sebesar Rp 10 juta untuk saudara sebangsa di Indonesia Timur. Beus mengaku, ia secara spontan menyerahkan uangnya karena merasa tergerak setelah mengetahui kondisi saudara sebangsa yang ada di Maluku dan Wamena. “Saya begitu kasihan saat tau bahwa di Wamena kondisinya sangat memprihatinkan dan jujur saya secara spontan memberikan uang tersebut, ” ungkap Beus, Jumat (18/10).

Beus sudah bekerja sebagai penjual bawang selama lima tahun. Sebagian penghasilan yang ia tabung selama lima tahun ini, ia ikhlaskan untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan. “Ini pertama kalinya saya mengikuti kajian rutin di Saung Joglo Tasikmalaya. Saat ikut kajian dan mendengar kabar saudara di Indonesia Timur sangat membutuhkan, saya tergerak untuk membantu. Meskipun mungkin itu masih kurang untuk membantu mereka di sana, saya berharap semoga tabungan yang saya berikan ini bisa bermanfaat untuk mereka,” tutur Beus. 

Beus menambahkan, ada berkah yang ia rasakan setelah mengikhlaskan tabungannya untuk membantu korban bencana dan konflik kemanusiaan. Ia mengaku bahwa penjualan bawangnya di pasar mengalami peningkatan Sebelumnya, dagangannya sempat sepi pembeli. Namun setelah berderma, ia merasa usahanya kian lancar. “Meskipun saya hanya seorang penjual bawang, alhamdulillah teh setelah saya serahkan donasi, usaha saya lancar dan laku seperti dahulu. Ya mungkin ini salah satu bagian dari pertolongan Allah,” ungkap Beus.

Asep dari Tim Kemitraan ACT Tasikmalaya mengatakan, kepedulian Beus menjadi bukti kedermawanan masyarakat Tasikmalaya. “Kami yakin banyak warga Tasikmalaya lainnya yang juga merupakan dermawan. Mereka akan membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan. Oleh karenanya, safari dakwah bersama Ustaz Fadlan ini selain kajian, juga memaparkan masalah-masalah kemanusiaan yang terjadi di Indonesia. Dengan demikian, makin banyak dermawan yang tergerak untuk membantu,” terang Asep. []

Bagikan