Kedermawanan Rakyat Indonesia Hangatkan Momen Iktikaf Warga Palestina

ACT terus dampingi Palestina selama Ramadan. Kini, masyarakat yang beritikaf menikmati sajian makanan.

Kedermawanan Rakyat Indonesia Hangatkan Momen Iktikaf Warga Palestina' photo

ACTNews, YERUSALEM – Langit gelap dan udara sejuk dini hari menyelimuti momen iktikaf tiap orang di area kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Kamis (27/5) lalu. Sekitar 450 orang yang melaksanakan iktikaf kala itu, sejenak meluangkan waktu dan berkumpul di satu tempat untuk menyantap hidangan sahur.

Menu sahur malam itu berupa buah, air mineral, kurma susu, dan roti yang menjadi salah satu makanan pokok warga Palestina. Hidangan sahur tersebut hadir dari kedermawanan masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina yang sedang beriktikaf di Masjid Al-Aqsa. Dalam hangatnya kebersamaan, para jemaah bersantap sahur.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR)-ACT mengatakan, pendistribusian makanan sahur ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, tepatnya di awal Ramadan, paket sahur juga sudah didistribusikan kepada masyarakat prasejahtera di Palestina, seperti Gaza. “Masuk di pekan terakhir Ramadan banyak warga Palestina yang beriktikaf, maka  dari itu ratusan paket sahur ini kami bagikan di sekitaran kompleks masjid di Palestina,” jelasnya


Distribusi paket makanan sahur untuk masyarakat yang beriktikaf tak hanya diberikan di area Masjid Al-Aqsa saja. Di Gaza, sebanyak 900 orang telah menikmati sajian sahur sejak Ahad hingga Jumat (26-31/5). Ratusan orang itu ialah masyarakat prasejahtera dan jemaah iktikaf di masjid-masjid yang tersebar di Gaza.

Selama Ramadan ini, ACT terus mendampingi masyarakat Palestina dengan paket makanan berbuka serta sahur. Selain itu, di Ramadan tahun 2019 ini pula ACT memberikan Humanity Card kepada 300 keluarga penjaga Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam. Keluarga yang telah memegang kartu kemanusiaan itu dapat berbelanja di toko yang telah bermitra dengan ACT. “Kami memberikan Humanity Card kepada para penjaga Masjid Al-Aqsa agar mereka tetap teguh menjadi benteng pertahanan terakhir Masjid Al-Aqsa walau dengan berbagai tekanan dari Israel,” jelas Faradiba. []

Bagikan