Kedermawanan Serikat Pekerja yang Perjuangkan Hak Masyarakat Prasejahtera

Solidaritas yang terjalin di antara anggota Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI) PT NOK Indonesia, tidak hanya berlaku di dalam internal perusahaan saja. Selain memperjuangkan hak-hak dan nasib baik para pekerja atas perusahaan, mereka juga getol menebar kedermawanan kepada masyarakat yang membutuhkan..

Penyerahan Piagam Ikrar Wakaf dari Global Wakaf - ACT kepada perwakilan Serikat Pekerja PT NOK Indonesia. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, BEKASI – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI) PT NOK Indonesia, sudah lama menjadi penyambung antara buruh dan korporasi di tempat mereka bekerja. Mereka selalu memperjuangkan hak-hak para pekerja dan selalu melakukan pembelaan atas nasib mereka.

Apa yang sering ditanamkan oleh afiliasi mereka pun tertancap betul: serikat pekerja, tingkatkan penguatan soliditas dan solidaritas. Saking menancapnya pemahaman mengenai solidaritas ini, mereka tak hanya ingin mempraktikkannya di dalam perjuangan para buruh saja, tapi juga untuk aksi-aksi di luar perusahaan. Maka mulailah mereka rutin menggalang dana untuk siapa pun yang membutuhkan.

“Jadi coba kami luaskan. Jadi bukan hanya di tingkat internal, bahkan di tingkat eksternal pun kami lakukan. Dengan tujuan apa? Ketika kami memudahkan urusan orang lain, maka urusan-urusan kami di organisasi nantinya akan dipermudah,” kata Ketua PUK SP KEP SPSI PT NOK Indonesia Hermawan pada Ahad (11/12) kemarin.

Mulailah mereka menggalang donasi untuk aksi-aksi kemanusiaan. Dengan seikhlasnya mereka mengumpulkan dari para anggota serikat pekerja. Kadang dari urunan pun ada yang mengumpulkan seribu rupiah, kata Hermawan. Tetapi kekuatan bersama memperbesar hasil mereka. Tahun 2019 kemarin mereka sempat mengumpulkan Rp1 Miliar untuk dialokasikan pada aksi-aksi sosial.


“Dan itu kami alokasikan kepada teman-teman yang telah bekerja kemudian meninggal dunia, dan dia punya tanggungan. Mulai dari sekolah anaknya, 11 anak yatim. Kemudian kami juga menerima proposal-proposal dari luar perusahaan. Untuk pembangunan rumah ibadah, peringatan hari besar Islam dan lain sebagainya. Dan itu kami lakukan terus-menerus secara kontinu,” jelas Hermawan saat ini per bulannya, mereka bisa menggalang hingga Rp50 juta untuk membantu kesejahteraan masyarakat.

Hal-hal baik selalu kembali kepada orang baik. Hermawan percaya betul, ketika mereka mempermudah orang lain, urusan mereka pun akan dipermudah. Seperti pada tahun ini, di kala banyak perusahaan memilih PHK sebagai solusi untuk menyelamatkan diri, mereka justru tak merasakannya. Malah tahun depan, gaji mereka di satu perusahaan di Cibitung, Kabupaten Bekasi itu naik.

“Bahkan juga bonus di bulan Juli tahun 2020, perusahaan juga tetap memberikan. Dan terkahir paling baru, kemarin, perusahaan kami berunding dengan serikat pekerja juga menyepakati bahwa upah di tahun 2021 juga dipastikan untuk naik. Dan saya rasa ini adalah hal yang sulit. Saya pikir ada bapak ibu dari perusahaan mengalami hal yang sama. Karena Menaker juga telah memberikan imbauan, bahwa untuk upah tahun 2021 tidak perlu dinaikkan,” cerita Hermawan disambut takbir para dermawan yang hadir pada helatan Bekasi Berwakaf: Solusi Hebat Atasi Masalah Umat.


Penyerahan dana untuk pembangunan Sumur Wakaf di Bekasi dari Serikat pekerja kepada Kepala Cabang ACT Kota Bekasi. (ACTNews/Reza Mardhani)

Di saat mereka menuntaskan masalah orang lain, perusahaan juga menuntaskan masalah mereka. Karenanya Hermawan selalu berpesan kepada teman-temannya untuk terus berderma. “Dan ini yang terus kami sampaikan kepada teman-teman. Teman-teman jangan berkecil hati, ketika kita memudahkan urusan orang lain, itu urusan-urusan kita juga akan dicarikan solusinya oleh Allah SWT,” pesannya.

Kedermawanan juga yang membawa mereka pada acara Bekasi Berwakaf dari Global Wakaf - ACT. Lewat acara tersebut, Serikat Pekerja PT NOK Indonesia menyalurkan bantuan untuk pembangunan Sumur Wakaf di Bekasi. Ada 7 titik Sumur Wakaf yang rencananya akan dibangun. Dengan adanya bantuan dari Serikat Pekerja PT NOK Indonesia dan dermawan lainnya, Ibnu Khajar selaku Presiden ACT berharap harta tersebut dapat menjadi berkah.

“Saya doakan semoga berkah dan jangan sampai berhenti pada hari ini. Karena kita masih punya waktu dan masing-masing kita masih bisa menggalang. Terima kasih, semoga yang diberikan jadi berkah, harta yang tersisa Allah berikan keberkahan dan Allah ganti dengan harta-harta yang terbaik,” pungkas Ibnu. []