Kegembiraan Warga Sambut Air Bersih di Gaza

Belasan ribu warga Palestina yang berada di daerah krisis air, akan menerima air bersih ini masing-masing 20 liter setiap orangnya.

Kegembiraan Warga Sambut Air Bersih di Gaza' photo

ACTNews, GAZA - Truk tangki bertuliskan ‘Aksi Cepat Tanggap’ (ACT) itu belok ke kanan, menuju sebuah pemukiman di wilayah Gaza. Tepat setelah teruk tersebut berhenti, beberapa anak-anak langsung menghampiri, sebagian lagi membawa serta jeriken. Air dari tangki dinyalakan. Deras alirannya, sesekali memercik wajah mereka yang kegirangan.

Setelah jeriken-jeriken tersebut penuh, anak-anak menyalakan keran di samping-samping tangki. Mereka minum langsung dari kerannya, sesekali mengguyur kepala mereka dari sengat matahari pada Selasa (22/6) siang itu.


Hampir setiap hari memang, dua Humanity Water Tank dari ACT berkeliling dan menyapa warga-warga yang ada di sekitar Gaza. Humanity Water Tank akan libur satu hari saja di antara Jumat, Sabtu, atau pun Ahad. Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, distribusi air bersih yang dilakukan hampir setiap hari ini, merupakan jawaban atas kebutuhan yang mendesak di Palestina.

“Tidak pernah ada yang tahu kapan listrik di Gaza mulai menyala. Lebih sering di pagi sampai siang hari listrik itu justru padam. Artinya kalau listrik padam tidak ada air bersih yang bisa mengalir. Dalam kondisi seperti itu kebutuhan akan truk water tank sangat diperlukan,” jelas Faradiba, Senin (1/7).

Humanity Water Tank ini akan berkeliling di lima wilayah di Gaza yang semuanya terbagi lagi menjadi puluhan titik distribusi. Setelah hampir dua minggu berkeliling daerah-daerah tersebut, truk akan kembali lagi di titik awal mereka mulai sebelumnya dan mengulangi distribusi lagi seperti yang telah mereka lakukan.

Selain di pemukiman warga, Faradiba juga mengatakan Humanity Water Tank juga akan mendistribusikan bantuan air bersih kepada fasilitas-fasilitas umum. Misalnya saja sekolah, masjid, klinik dan sarana-sarana umum lainnya.


“Dengan begitu truk ini diperkirakan akan memberikan kemanfaatan kepada 19.400 orang selama satu minggunya, di mana untuk satu orang akan menerima 20 liter air bersih. Dengan adanya bantuan air bersih ini, kami berharap dapat meringankan beban Palestina terutama di tengah konflik yang seringkali meletus tiba-tiba,” kata Faradiba.

Konflik sendiri memang salah satu penyumbang sebab mengapa beberapa titik di Jalur Gaza mengalami krisis air. Michael Lynk, salah seorang Pelapor Khusus di Perbsatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan hal ini lewat laporannya resminya untuk Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).

“Pada 2017, lebih dari 96% akuifer pesisir Gaza, yang merupakan sumber air utama bagi penduduk Gaza, tidak layak dikonsumsi manusia. Alasannya di antaranya adalah ekstraksi yang berlebihan karena populasi Gaza yang sangat padat, air terkontaminasi oleh limbah dan air laut, blokade Israel selama 12 tahun lamanya, dan perang asimetris yang telah membuat infrastruktur Gaza lumpuh parah dan terus-menerus kekurangan listrik,” sebut Lynk dalam laporan yang dipublikasikan pada 18 Maret 2019 tersebut. []

Bagikan