Kehabisan Kayu Bakar, Pengungsi Suriah Bakar Sampah untuk Hangatkan Diri

Keterbatasan kayu bakar, membuat para pengungsi Suriah harus putar otak untuk menghangatkan diri ketika musim dingin. Mereka pun terpaksa menggunakan sampah sebagai bahan bakar

musim dingin suriah
Remaja Suriah mencari sampah. (Dok. Anadolu Agency)

ACTNews, SURIAH – Hawa dingin menusuk jutaan pengungsi Suriah. Beberapa warga yang masih memiliki cukup uang mampu membeli bahan bakar untuk menyalakan api. Sementara bagi para pengungsi, bahan bakar terlalu mahal dan sulit didapatkan. Sehingga kayu bakar selalu menjadi pilihan utama dalam menghangatkan diri. 

Namun, pada tahun ini sejumlah pengungsi mengalami kesulitan untuk mendapatkan kayu bakar. Mengakali hal tersebut, para pengungsi berinisiatif menggunakan sampah sebagai bahan bakar untuk menghangatkan diri.

Anak-anak dan remaja biasanya mengambil alih tugas ini. Mereka akan berkeliling area pengungsian untuk mencari sampah yang mudah untuk dibakar.

Salah satu pengungsi di wilayah Al-Zawiyah, Ali, menceritakan ia bersama pengungsi lainnya biasa mencari sampah ketika sore tiba.

"Kami mengumpulkan plastik dan kardus. Sebagian kami jual ke pengepul untuk membantu keluarga kami, sebagian lagikami kumpulkan untuk dibakar dan menghangatkan diri," ujar Ali.

Suhu musim dingin di Suriah, bisa mencapai 16 hingga 0 derajat Celcius. Cuaca dingin semakin menyiksa para pengungsi ketika diikuti angin kencang.[]