Kehidupan Membaik, Tekad Diri Tunaikan Kurban

Memasuki tahun ketiga pandemi, roda ekonomi dan kehidupan masyarakat berangsur membaik. Ragam aktivitas masyarakat telah diizinkan pemerintah dan hampir kembali seperti semula, termasuk dalam pelaksanaan ibadah seperti salat berjamaah, umroh, dan juga kurban.

suasana launching qurban 2022
(Kiri ke kanan) Jody Sumantri, Fadhli Septavianra (Head of National Philantropy Network ACT), Drh. Imron Suandi, MPVH (Koordinator Pengawasan dan Pengamanan Produk Hewan, Kementrian Pertanian RI), Ustaz DR. Amir Faisol Fath (Ulama dan Dewan Syariah ACT), Mukhti (Presiden Global Wakaf-ACT) dan Teuku Edwin dalam peluncuran 'Kudu Kurban' oleh Global Qurban-ACT, di Menara 165, Jakarta Selatan. (ACTNews/Rizki)

ACTNews, JAKARTA SELATAN — Meski masih di tengah pandemi, kondisi Indonesia saat ini telah jauh lebih terkendali. Pemerintah pun melonggarkan aturan pembatasan kegiatan masyarakat. Tahun ini, umat Islam di Indonesia bisa kembali melaksanakan salat berjamaah, mudik, ibadah umroh, bahkan juga liburan dan silaturahmi ke berbagai wilayah. Ekonomi masyarakat pun perlahan membaik, terbukti dari data Kementerian Keuangan di kuartal pertama 2022 yang menunjukkan angka Produk Domestik Bruto (PDB) telah berada di atas rata-rata tahun 2019.

Dalam kondisi ekonomi serta kehidupan yang telah membaik ini, umat Islam sudah sepatutnya menunjukkan rasa syukur. Salah satu bentuk ungkapan rasa syukur adalah dengan mengorbankan harta melalui berkurban. Meski kebutuhan hidup kian meningkat, utamanya untuk keluarga seperti biaya sekolah dan bahkan liburan bersama anak-anak, sudah sepantasnya sebagai umat Islam yang beriman juga rela melaksanakan salah satu perintah Allah yang amat dianjurkan jika kita mampu, yaitu berkurban.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Kautsar “(1) Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. (2) Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). (3) Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” 

Presiden Global Qurban Mukhti mengatakan, bersyukur dengan berkurban memiliki nilai keagamaan dan sosial yang amat tinggi. Pahala orang yang berkurban adalah baginya satu kebaikan dari setiap helai bulu hewan yang dikurbankan. Dengan berkurban, kita bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Secara sosial, kurban dapat membahagiakan masyarakat prasejahtera yang tidak pernah menikmati daging karena harganya yang cukup mahal. Apalagi saat pandemi Covid-19 lalu, ekonomi mereka juga semakin terpuruk,” jelas Mukhti, Jumat (27/5/2022). 

Melihat penting dan manfaat ibadah kurban tersebut, Global Qurban - ACT mengusung tema Kuatkan Tekad, Kudu Qurban pada pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Diharapkan kesadaran untuk berkurban betul-betul dimengerti oleh umat Islam. 

“Kudu Qurban bermakna sebagai bentuk syukur dan takwa kepada Allah SWT, juga Kudu Qurban sebagai ungkapan peduli terhadap kemanusiaan,” jelas Mukhti. 

Dalam pelaksanaan kurban tahun 2021 lalu, tambah Mukhti, Global Qurban mendistribusikan kurban ke 37 negara dan 278 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia. Total hewan kurban mencapai 24.505 setara kambing yang terdiri dari 869 ekor sapi, 2.472 ekor kambing, dan 28 ekor unta.


Logo Kudu Qurban

“Penerima manfaat mencapai 1.907.164 jiwa dan melibatkan 23.071 relawan. Diharapkan kurban tahun ini meningkat dari tahun lalu, baik secara jumlah hewan, wilayah pendistribusian, dan penerima manfaatnya,” harap Mukti.

Tahun ini, Global Qurban tengah bersiap untuk mendistribusikan kurban ke 60 negara, terdiri dari 18 negara di Benua Asia,  7 negara Timur Tengah dan Syam, 28 negara di Benua Afrika, serta 7 negara di benua lainnya. Selain itu, 385 kota/kabupaten di 34 provinsi Indonesia tak luput dari sasaran distribusi kurban tahun ini.

Pengelolaan Hewan Kurban Secara Intensif, Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku

Penyakit Mulut dan Kuku tengah marak menjangkiti hewan berkuku genap/ belah seperti sapi, kambing, dan domba. Namun, musibah ini tak boleh menyurutkan semangat umat Islam untuk tetap berkurban. Global Qurban - ACT berupaya untuk mengantisipasinya dengan mengelola hewan-hewan kurban yang berada di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) secara intensif yang berarti berada di bawah pengawasan tim dokter hewan. Dengan upaya ini, Global Qurban - ACT berharap bisa terus menjamin terjaganya kualitas daging kurban yang akan disampaikan kepada saudara sesama yang paling membutuhkan dan juga sesuai dengan syariat Islam.[]