Keikhlasan dan Keyakinan Jaya Merawat Rumah Allah

“Marbut itu ikhlas saja, diniatkan ibadah. Mengurus rumah-Nya kan ibadah, bagaimana caranya biar orang salat nyaman, dipel, disapu, toilet dan tempat wudu juga dibersihkan. Kalau untuk makan sehari-hari, jadi kuli atau buruh tani,” kata Jaya marbut Masjid Al-Ikhlas, Kabupaten Serang.

jaya sedang mengepel
Jaya saat sedang membersihkan lantai. (ACTNews).

ACTNews, SERANG — Penjaga masjid atau marbut memiliki tugas yang mulia, yaitu menjaga dan merawat tempat ibadah agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman. Namun para petugas masjid, khususnya di kampung-kampung, jarang ada yang memperhatikan kehidupan dan kebutuhan ekonominya.

Banyak dari marbut ikhlas mengabdi dan semata-mata sebagai bentuk beribadah kepada-Nya. Banyak yang tidak digaji, jika digaji pun nominalnya kecil dan tak menentu. Seperti Jaya (54), marbut di Masjid Al-Ikhlas, Desa Cidahu, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, yang digaji Rp400 ribu per bulan. Jumlah tersebut bisa berkurang atau bahkan tidak digaji, tergantung jumlah sedekah dari jemaah. 

“Paling-paling ratusan ribu lah, itu juga kalo ada sedekah dari jamaah. Lebih seringnya paling diberi satu bungkus rokok" ujar Jaya menceritakan soal pengalamannya sebagai marbut, Selasa (11/5/2021). 

Meskipun tak menentu, Jaya mengaku tetap akan menjadi marbut. Karena baginya marbut bukanlah pekerjaan melainkan pengabdian dan ibadah kepada Allah. Untuk menambah pemasukan, Jaya bekerja sampingan menjadi kuli bangunan atau buruh tani. Penghasilannya pun tak menentu, tergantung ada tidaknya permintaan. 

“Marbut itu ikhlas saja, diniatkan ibadah. Mengurus rumah-Nya kan ibadah, bagaimana caranya biar orang salat nyaman, dipel, disapu, toilet dan tempat wudu juga dibersihkan. Kalau untuk makan sehari-hari, jadi kuli atau buruh tani,” katanya. 


Jaya usai menerima bantuan paket pangan dan biaya hidup. (ACTNews)

Pada Selasa (11/5/201), Global Zakat-ACT menyampaikan amanah berupa paket pangan Ramadan dari para dermawan kepada marbut masjid. Jaya selaku penerima mengucapkan terima kasih atas paket yang diberikan. “Semoga kebaikan para donatur dan muzaki mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah,” harapnya. 

Melalui program Sahabat Dai Indonesia (SDI), Global Zakat-ACT terus berikhtiar untuk membersamai pengabdian dan perjuangan para dai, termasuk di dalamnya petugas penjaga masjid. Ini untuk mendukung dan meringankan perjuangan mereka yang istikamah. []