Keikhlasan Hasna, Guru Matematika dari Aceh Jaya

Hasnawati (29) mulai mengajar sejak lima tahun lalu. Meski dengan gaji yang dapat dikatakan tidak cukup, tetapi banyak kebaikan yang ia peroleh dari pekerjaannya.

sahabat guru indonesia
Hasna mulai mengajar dengan gaji sebesar Rp160 ribu per bulan. (ACTNews/Furqan)

ACTNews, ACEH JAYA – Rintik hujan menyentuh perlahan mantel Hasnawati (29), membuat ia berhati-hati memacu motor menuju sekolah, meski jalan masih sepi. Bila saja hujan semakin deras, sudah dipastikan ia tidak bisa mengajar. Tetapi kekhawatiran tersebut tidak terjadi sampai ia tiba di Pesantren Al-Anshar, tempat ia mengajar.

Di pesantren yang terletak di Gampong Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya ini, Hasna mengabdikan diri sebagai guru matematika bagi santri SMA. Mengajar anak-anak di SMA Swasta Al-Anshar adalah pilihan hidup yang telah ia tentukan lima tahun silam, sebab visi dari almarhum Mustafa yang saat itu merupakan Ketua Yayasan dan Pendiri SMAS Al-Anshar. Mustafa lebih memilih mengutamakan pendidikan anak-anak prasejahtera, dan hal itu juga yang diteruskan Hasna serta teman-teman pengajar lain.

Saat itu Hasna mendapatkan gaji sebanyak Rp160 ribu per bulan. Ia rasakan biaya yang ia tanggung cukup berat, bahkan terkadang ia sempat goyah untuk melanjutkan perjuangan. Suami Hasna yang saat itu menjadi penyemangat. Ia menyisihkan sebagian kebutuhan harian, agar Hasna selalu bisa mengajar.

Hikmah pun mulai dipetik Hasna dari aktivitasnya. Semenjak mengajar hidup Hasna lebih positif, sampai ia mengaku migrain yang kerap ia rasakan menghilang. “Mungkin secara pendapatan di sini saya tidak banyak, tetapi saya sangat bersyukur. Penyakit saya juga sembuh tanpa harus mengeluarkan biaya sedikit pun. Jadi benar saja kalau kita mau membantu orang lain, Allah akan membantu kita keluar dari kesusahan,” kata Hasna ditemui Rabu (5/1/2022) lalu.


Hasna tidak mampu menahan tangis ketika menceritakan perjuangannya sebagai tenaga pendidik.(ACTNews/Furqan)

Sementara itu untuk menambah penghasilan, Hasna mengambil inisiatif untuk berjualan daring. Aneka kebutuhan wanita ia tawarkan melalui beragam media sosial. Semua ia lakukan agar ia tetap mengajar anak-anak di SMAS Al-Anshar.

“Saya akan tawarkan semua dagangan saya mulai dari baju wanita, baju anak, perlengkapan komsetik sampai dengan aksesoris, asalkan dapat sedikit keuntungan, dan nanti bisa menutupi biaya operasional selama ke sekolah. Jadi tak aneh terkadang saya berangkat lebih pagi untuk mengantar pesanan pelanggan,” ujar Hasna.


Di awal tahun ini, Global Zakat-ACT menyerahkan bantuan biaya hidup untuk Hasna lewat program Sahabat Guru Indonesia. Melalui apresiasi ini, diharapkan dapat menambah semangat Hasna dalam mencerdaskan anak didiknya.

“Syukur sekali hari ini Global Zakat-ACT datang untuk mengunjungi tempat kami, dan juga berbagi kecerian. Semoga para Sahabat Dermawan yang menitipkan santunan ini kepada kami, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan hidup,” ujar Hasna. []