Kekeringan Berdampak pada Kesehatan, ACT Gelar Pelayanan Medis untuk Warga Gresik

Sejumlah warga mulai mengeluhkan gatal-gatal serta gangguan pernafasan karena kekeringan yang sudah mendampak mereka beberapa bulan belakangan.

Beberapa warga mengantre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (ACTNews/Adha Anggraini)

ACTNews, GRESIK – Kekeringan panjang kini mendampak kesehatan pada warga Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Warga mengeluhkan gatal-gatal dan gangguan pernafasan (ISPA) salah satu akibat dari memanfatkan air telaga yang mulai keruh karena semakin habis dan bercampur dengan lumpur.

Untuk meringankan beban masyarakat terdampak, dari Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Surabaya, menggelar aksi layanan kesehatan. Masyarakat sekitar dan beberapa santri pondok pesantren Mambaus Sholihin tampak antusias dengan adanya layanan kesehatan yang dilaksanakan pada Kamis (19/9) kemarin.

Selain dari menggelar pelayanan kesehatan, tim juga mendistribusikan sebanyak tiga tangki air, atau sekitar 6.000 liter air. Atas pelayanan kesehatan dan distribusi air bersih ini Ainur Rofik, Sekretaris Desa  Kedungsumber menyatakan sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari ACT ini.

"Pemerintah desa bersama warga sudah berusaha untuk mendapatkan akses air bersih namun sampai sekarang belum ada pipanisasi dari PDAM. antuan dari ACT ini sangat kami butuhkan terutamanya layanan kesehatan dan air bersih," ujar Ainur.


Terbatasnya air bersih di Desa Kedungsumber ini memang salah satunya karena belum adanya pipanisasi air bersih melalui PDAM sehingga warga masih memanfaatkan air telaga yang mulai megering. Dampak kekeringan ini menimbulkan masalah yang kompleks baik secara sosial ekonomi maupun kesehatan.

Mayoritas mata pencaharian masyarakat sebagai petani, di musim kemarau panjang seperti ini praktis mereka tidak dapat melaksanakan pekerjaannya. Kebutuhan masyarakat yang sudah sulit, kini ditambahi lagi dengan mata pencaharian yang terhambat karena kekeringan.

Dipo Hadi, Kepala Program ACT Jawa Timur yang temui saat implementasi bantuan menyatakan bencana kekeringan yang dampaknya kompleks ini membutuhkan penanganan yang tepat. Oleh karenanya ACT hadir dengan membawa bantuan berupa pelayanan kesehatan di samping distribusi air bersih.

"Warga yang terdampak kekeringan tidak bisa lagi bertani karena air tak tersedia ini berdampak pada ekonomi masyarakat. Selain itu masyakat terpaksa memanfaatkan air sisa di telaga yang sudah tidak layak untuk digunakan akibatnya masyarakat megeluhkan gatal dan gangguan pernafasan," ungkap Dipo. []