Kekeringan Berlanjut, ACT Solo Kirim Air Bersih di Boyolali

Kekeringan Berlanjut, ACT Solo Kirim Air Bersih di Boyolali

Kekeringan Berlanjut, ACT Solo Kirim Air Bersih di Boyolali' photo

ACTNews, BOYOLALI – Kemarau datang, krisis air bersih pun melanda. Begitulah kondisi setiap tahunnya yang dirasakan warga Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya, mereka terpaksa membeli air bersih yang dijual oleh tangki-tangki swasta. Harga airnya beragam mulai dari Rp. 160.000 sampai Rp. 300.000 tergantung tempat pengambilan air bersih tersebut.

Melihat kondisi miris tersebut, Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo berkolaborasi dengan Bank BNI Syariah Cabang Solo dan LAZ Harapan Umat turun tangan menyalurkan bantuan air bersih. Bantuan tersebut mulai disalurkan sejak Selasa (25/9) sampai Kamis (27/9) mendatang, dengan total air bersih yang dikirimkan mencapai 10 truk tangki. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk membantu warga keluar dari krisis kekeringan yang melanda beberapa titik sekaligus di Solo Raya.

Slamet (33) salah seorang warga Desa Mriyan, Kecamatan Musuk menuturkan “Setiap tahun saat musim kemarau, kondisi di kecamatan Musuk pasti mengalami kekeringan. Belum ada solusi untuk mengatasi hal ini, meskipun sudah dibuat embung tetapi waduk kecil buatan tersebut juga tidak berfungsi,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, selama masa kekeringan warga mengandalkan tandon-tandon air hujan yang ada di setiap rumah. Tetapi tandon tersebut juga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka warga harus membeli air dan mengharapkan penyaluran bantuan air bersih.

Bahkan, krisis air bersih dan kekeringan tak hanya melanda daerah Boyolali saja, tetapi juga melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah. Krisis ini sudah dimulai sejak awal bulan Juli lalu. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga awal September 2018 menunjukkan, terdapat 28 Kabupaten/kota dengan meliputi 208 kecamatan dan 1.416 desa yang dilanda kekeringan. Ini menyebabkan 854 ribu jiwa kesulitan akses air bersih.

Menyikapi puncak dari musim kering sebelum beralih ke musim penghujan, Tim ACT Solo telah berupaya beberapa kali mendistribusikan bantuan air bersih. Bantuan dikhususnya ke wilayah di sekitar Solo yang dilaporkan mengalami kekeringan cukup ekstre. Salah satu wilayah target distribusi air menyasar ke Boyolali dan Sragen, wilayah yang bertetangga dengan Solo. 

“Bantuan air bersih yang diberikan untuk Kabupaten Sragen dan Boyolali ini merupakan bentuk solidaritas kita untuk Solo-raya dalam misi-misi kemanusiaan. Kami mempunyai harapan besar, kedepannya ACT Solo bisa berkontribusi banyak untuk Indonesia terutama lokal daerah Solo-raya. Mudah-mudahan bencana kekeringan ini cepat diselesaikan," ucap Haryadi, Tim Program and Patnership ACT Solo. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan