Kekeringan Gunungkidul, ACT DIY Kirimkan 200 Tangki Air

Kekeringan Gunungkidul, ACT DIY Kirimkan 200 Tangki Air

ACTNews, YOGYAKARTA – Mengingat tentang Jogja, bukan hanya menyimpan banyak tempat-tempat wisata, namun juga menyimpan beragam permasalahan. Di Kabupaten Gunungkidul misalnya, hampir setiap tahun wilayah ini mengalami masalah yang sama, yakni masalah kekeringan dan minimnya ketersediaan air bersih. Apalagi di pertengahan tahun seperti hari-hari ini, kemarau panjang makin membuat ketersediaan air bersih di Gunungkidul hampir nihil.

Karakter tanah pun menjadi salah satu penyebab utamanya. Hampir seluruh wilayah Gunungkidul merupakan perbukitan karst. Kawasan karst merupakan wilayah dengan karakteristik bebatuan kapur dengan porositas yang tinggi, artinya ketika kawasan tersebut terkena air hujan maka air hujan tidak dapat tertampung di permukaan tanah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan musim kemarau pada 2018 sudah dimulai di bulan April dan kemungkinan akan berakhir di Bulan September mendatang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika kemarau tiba biasanya masyarakat Gunungkidul hanya mengandalkan belik (mata air sungai) yang jauhnya sekitar dua kilometer dari pemukiman. Air yang diambil dari mata air sungai pun hanya digunakan seperlunya untuk kebutuhan cuci rumah tangga, dan untuk minum ternak. Kondisi sulit air tentu mengganggu aktifitas masyarakat dan produktifitas peternakan mereka.

Pendataan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), beberapa Wilayah Gunungkidul yang kini tengah menghadapi bulan-bulan kering dan sulit air meliputi kecamatan Rongkop, Tepus, Semin, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Nglipar, Panggang, Semanu, Gedangsari dan Purwosari.

 “Saat ini masyarakat di Desa Pacarejo, Semanu mengandalkan sumur galian yang sudah mulai mengering. Sebagiannya sudah membeli air bahkan sejak awal Bulan Juli kemarin. Sebagian lagi bertahan dengan mengambil air dari jeriken di dusun sebelah,” ujar Suhadi, lurah Desa Pancarejo ketika ditemui tim ACT DIY pada Senin (23/07) kemarin.

ACT kirim 200 tangki air bersih tahap pertama

Melihat permasalahan yang mengkhawatirkan tersebut, ACT DIY mencoba bergerak mengatasi permasalahan air bersih di Gunungkidul. Program yang kini sedang dijalankan ACT DIY yakni Dropping Air Bersih dan juga Pembangunan Wakaf Sumur dari Global Wakaf – ACT.

Upaya dropping air bersih merupakan program yang dilakukan ACT DIY sejak setahun lalu. Air bersih dikirimkan ke desa-desa terdampak kekeringan dengan menggunakan armada truk tangki berkapasitas 5000 liter.

“Rencananya dropping air bersih di Gunungkidul akan dilakukan kembali mulai Rabu (25/07) pekan ini. Dengan tahap awal sebanyak 200 Truk tangki dan akan ditambah sesuai kebutuhan”, pungkas Agus Budi Hariyadi selaku Kepala Cabang ACT DIY.

Berdasarkan pendataan awal yang telah dilakukan, tempat-tempat yang menjadi sasaran awal dropping air bersih adalah kecamatan Girisubo, Semanu, Paliyan, Ponjong dan Gedangsari.

“Harapannya semoga satu truk tangki dapat mencukupi kebutuhan sebanyak 30-50 KK untuk satu pekan,” ujar Kharis Pradana selaku penanggung jawab program Dropping Air Bersih dan Wakaf Sumur – Global Wakaf ACT.

Sementara itu, selain ikhtiar melakukan dropping air bersih, upaya lain yang dilakukan adalah menyiapkan program Wakaf Sumur. Kharis mengatakan, Wakaf Sumur merupakan program jangka panjang Global Wakaf – ACT DIY. Lewat amanah para pewakif, dana wakaf digunakan untuk membangun sumur bor di titik-titik rawan kekeringan di Gunungkidul.

“Harapannya dengan adanya program Dropping Air Bersih dan Wakaf Sumur, masyarakat Gunungkidul perlahan dapat dimudahkan masalahnya. Terutama untuk masalah air bersih yang telah melanda sejak beberapa bulan terakhir,“ tambah Kharis.

Sampai dengan saat ini, program Wakaf Sumur – Global Wakaf ACT di Yogyakarta telah berjalan di delapan titik. Satu titik berada di wilayah Kota dan tujuh titik lainnya berada di Kabupaten Gunungkidul.

“Global Wakaf ACT DIY berkomitmen untuk terus membangun dua sampai empat Wakaf Sumur setiap bulan di wilayah DIY. Semoga dengan adanya Wakaf Sumur permasalahan kekeringan dan ketersediaan air bersih di Yogyakarta khususnya di Gunungkidul dapat teratasi,” pungkas Kharis. []

Tag

Belum ada tag sama sekali