Kekeringan Mengancam Wilayah Solo Raya

Permasalahan air masih saja mendera warga di Solo Raya, mulai dari jaringan air yang mengalami kerusakan hingga hadirnya musim kemarau. Untuk itu, Humanity Water Tank ACT Solo selalu bersiaga untuk mengantarkan air yang sekarang ini menjadi barang yang paling diharapkan warga terdampak kekeringan.

Kekeringan Mengancam Wilayah Solo Raya' photo
Relawan dari ACT Solo mengalirkan air ke penampungan air sementara di Karanganyar yang wilayahnya terdampak krisis air akibat rusaknya pompa Pamsimas. (ACTNews)

ACTNews, KARANGANYAR – Sudah tiga pekan lewat dua hari warga di Ngledok, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar mengalami kekurangan air. Tak adanya sumber air ini akibat mesin pompa sumur dari layanan air bersih untuk masyrakat (Pamsimas) mengalami kerusakan. Dampaknya pun cukup parah dirasakan warga. Ratusan keluarga dengan jumlah jiwa yang mencapai sekitar 800 tak terpaksa meminta air dari kampung lain yang masih mendapatkan pasokan air besih, baik untuk konsumsi serta kebersihan.

Untuk meminta air ke wilayah terdekat yang masih tersedia pasokan airnya, warga Ngledok harus menempuh jarak 1,5 kilometer. Setibanya di lokasi pengambilan air pun warga harus mengantre dengan warga lain yang sama-sama membutuhkan air bersih. “Ada sumber air lain di Ngledok, tapi ekonomi warga tak mampu untuk membangun sumur. Pompa Pamsimas pun kondisinya rusak dan kemungkinan besar harus diganti dengan yang baru,” jelas Ardiyan Sapto dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo, Selasa (8/9).

Di wilayah Solo Raya (termasuk Karanganyar) pada September ini terdapat beberapa titik yang mengalami kekeringan. Selain akibat Pamsimas yang tak lagi berfungsi dengan baik, kekeringan akibat musim terjadi di wilayah Boyolali. Ardiyan menambahkan, Kecamatan Wonosegoro dan Wonosamudro menjadi beberapa titik yang mengalami kekeringan cukup parah. Hal tersebut terjadi karena intensitas hujan yang mulai mengalami penurunan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memprediksi dalam beberapa hari ke depan wilayah Boyolali kemungkinan kecil diguyur hujan. Setidaknya hingga Senin (14/9) mendatang wilayah yang masuk dalam wilayah Solo Raya itu hanya sekali diguyur hujan lokal pada Rabu (9/9).

Respons kekeringan

Mulai masuknya musim kemarau serta terdapat fenomena kekeringan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, ACT melalui cabangnya yang tersebar di berbagai kota telah bersiaga merespons kemungkinan datangnya krisis air. Dari cabang Solo sendiri yang mencakup wilayah Solo Raya, truk tangki yang mampu mengangkut ribuan liter air telah bersiaga. Dua hari berturut-turut (6/9 - 7/9), truk tersebut telah mengirimkan air bagi ratusan jiwa di Karanganyar yang mengalami krisis air akibat jaringan air yang rusak.

Hari ini, Selasa (8/9), truk tangki yang telah digunakan sejak tahun lalu untuk merespons bencana kekeringan di wilayah Solo Raya, kini kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan mengirimkan air bersih ke wilayah Wonosegoro dan Wonosamudro, Boyolali. Di wilayah ini dalam beberapa waktu terakhir tak diguyur hujan. “Kekeringan masih menjadi ancaman karena hujan mulai berkurang belakangan ini,” tambah Ardiyan.

Ancaman kekeringan memang menjadi kenyataan yang saat ini dihadapi. ACT melalui program pendistribusian air bersih menggunakan armada kemanusiaan berupa Humanity Water Tank dan Humanity Water Truck mengajak masyarakat untuk bisa terlibat dalam aksi kebaikan. “Masyarakat bisa mengirimkan sedekahnya melalui rekening BNI Syariah 88 00000 592 atau bisa langsung mendatangi kantor cabang kami di Jalan Ahmad Yani, Nomor 278C, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta,” jelas Ardiyan.[]

Bagikan