Kekeringan Mulai Berdampak di Pacitan

Bumi Pacitan mulai mengalami kekeringan di awal kemarau tahun ini. Warganya kini harus mencari sumber air yang lebih jauh dari tempat tinggalnya, atau mengandalkan bantuan air bersih dari pihak lain.

Kekeringan Mulai Berdampak di Pacitan' photo

ACTNews, PACITAN Kekeringan di awal musim kemarau terjadi di Pacitan, Jawa Timur. Setidaknya dalam dua bulan terakhir warga mulai kesulitan mendapatkan air untuk keperluan kebersihan dan pertanian.

Salah satunya ada di Desa Pelem dan Tamansari, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Ratusan kepala keluarga di dua desa ini pada Jumat dan Ahad (5/7 dan 7/7) lalu mengantre air bersih yang dipasok Aksi Cepat Tanggap (ACT) di desa itu.

Warga di Desa Palem dan Tamansari telah menyiapkan tandon untuk menampung air yang dikirim menggunakan truk tangki. Dipo Hadi dari Tim Program ACT Jatim mengatakan, tampungan air yang telah disiapkan warga ini memudahkan untuk pendistribusian. “Air ini untuk warga di empat dusun di dua desa itu. Jumlah KK-nya mencapai 895,” jelas Dipo, Senin (8/7).

Empat dusun yang mendapatkan distribusi air ini ialah Dusun Jateng dan Dusun Sembungan di Desa Pelem. Sedangkan Dusun Ledok dan Padangan ada di Desa Tamansari. Empat dusun itu saat ini yang paling parah terdampak kekeringan. Kekeringan telah melanda di awal kemarau.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal pada siaran persnya, Rabu (3/7), menyebut, sebagian besar wilayah Jawa Timur kini mengalami kekeringan. Hari tanpa hujan dalam kurun waktu yang cukup lama terjadi di sana. Potensi kekeringan di Jawa Timur masuk kriteria panjang hingga ekstrem dengan ditandai warna merah dalam pemetaan.

Untuk mengurangi dampak parah akibat kekeringan, ACT sejak beberapa pekan lalu mulai mendistribusikan air bersih di wilayah yang terpantau mengalami kekeringan, seperti di Jawa Timur. Dipo mengatakan, timnya sampai saat ini terus melakukan pemantauan wilayah-wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

Selain di Pacitan, pada Senin (8/7) ini Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan juga akan mendapatkan distribusi air. Seperti di wilayah Jatim lainnya yang mengalami kekeringan, warga Ambat dalam beberapa bulan ini pun sulit mendapatkan sumber air.

Di Bali, ACT juga mulai mendistribusikan air bersih pada pekan ini. Wilayah Karangasem di lereng Gunung Agung dan Kabupaten Buleleng menjadi prioritas. Di sana kekeringan menyulitkan kegiatan warga. “Sumber air jaraknya cukup jauh dari permukiman,” jelas Arif Marsudi dari Tim Program ACT Bali. []

Bagikan