Kekuatan Kolektif Zakat yang Dorong Kemajuan Umat Islam

Zakat akan membuat masyarakat dan bangsa menjadi kuat. Harta dari aghnia (orang-orang kaya) dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekeliling.

Ilustrasi. Selain menjalani perintah Allah, zakat juga berhubungan langsung dengan manusia. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Ketika Allah menurunkan perintah kepada manusia, pasti perintah tersebut memiliki nilai hubungan kepada Allah atau hablum minallah, dan juga kepada manusia atau disebut hablum minannas. Dua dimensi tersebut ada dalam perintah Islam, demikian menurut Ustaz Bobby Herwibowo. Ia mencontohkan perintah tersebut adalah zakat.

“Rasulullah diberitahu Allah perintah berzakat itu di tahun 2 Hijriah. Ketika disampaikan kepada para sahabat, perintah ini menjadi tolok ukur bahwa zakat akan membuat masyarakat dan bangsa menjadi kuat, yakni dengan cara mendistribusikan harta dari aghnia (orang-orang kaya), kepada orang-orang yang membutuhkan di sekeliling (lingkungan sekitar),” jelas Ustaz Bobby pada Kamis (17/2/2022) ini.

Ustaz Bobby kemudian mengutip Al-Qur’an Surat Ar Rum ayat 39, dan menjelaskan bahwa sistem ekonomi yang berbasis zakat sungguh dahsyat sebab dapat berlipat ganda secara cepat. Ia mencontohkan Yaman saat dipimpin Mua’dz bin Jabal di mana zakat yang terserap semakin banyak setiap tahun, sedangkan masyarakat miskin semakin sedikit karena terberdayakan dari zakat. Pada suatu hari, zakat dari masyarakat Yaman akhirnya disalurkan kepada masyarakat di negeri lain yang membutuhkan.


Ia pun membayangkan jika kesadaran kolektif zakat seperti ini tumbuh di diri setiap umat muslim di Indonesia. “Kebayang enggak kalau setiap muslim Indonesia hartanya mencapai nisab lalu menunaikan zakat? Zakat ini dikelola oleh badan amil zakat yang sudah tersertifikasi, yang punya program hebat. Kemiskinan mungkin hanya akan selesai dalam 10 tahun di Indonesia,” tutur Ustaz Bobby.

Karena itu Ustaz Bobby berharap, ratusan juta masyarakat Indonesia, dapat menunaikan zakatnya secara rutin. Solidaritas yang hadir dalam zakat juga dapat meringankan kesulitan masyarakat lain, bahkan memberdayakan mereka sehingga peradaban masyarakat ke depan dapat lebih maju.

“Zakat itu persis seperti salat, bukan hanya wajib, tetapi juga rukun dalam agama ini. Jika ingin zakat berkembang, bagusnya zakat itu tidak ditunaikan sendiri-sendiri. Salurkan lewat amil profesional, full time, dan bisa dipertanggung jawabkan,” pesan Ustaz Bobby.[]