Kekurangan Al-Qur’an, Anak-Anak di Kenya Sulit Ikut Program Tahfiz

Bantuan mushaf Al-Qur’an diberikan ke sejumlah madrasah di Kenya sebagai upaya mengoptimalkan program tahfiz di sana.

Anak-anak di Kenya mengangkat mushaf Al-Qur’an yang mereka terima sebagai bentuk rasa senang dan syukur. (ACTNews)
Anak-anak di Kenya mengangkat mushaf Al-Qur’an yang mereka terima sebagai bentuk rasa senang dan syukur. (ACTNews)

ACTNews, KENYA — Islam merupakan agama minoritas di Kenya. Berdasarkan survei yang dihimpun Statista pada 2019, jumlah muslim di Kenya hanya 10,9 persen dari keseluruhan penduduk Kenya. Meskipun mereka di sana merupakan minoritas, semangat mereka dalam menimba ilmu terkait agamanya tidak pernah berkurang.

Sayangnya, semangat mereka tidak didukung dengan dengan fasilitas yang memadai. Wilayah Kwale County dan Taita Taveta County misalnya, jumlah Al-Qur’an yang dimiliki oleh madrasah di sana sangat terbatas. Padahal, jumlah anak yang ingin mengikuti program tahfiz atau penghafal Al-Qur’an cenderung terus meningkat. 

Pada Ramadan ini, ACT berupaya memenuhi fasilitas penunjang belajar santri di Kwale County dan Taita Taveta County. Para santri menerima ratusan mushaf Al-Qur'an dari saudara-saudara mereka di Indonesia.  

"Alhamdulillah, kami telah menyalurkan amanah kepedulian ini sejak 22 hingga 26 April kemarin. Total ada 500 mushaf Al-Qur’an yang kami distribusikan ke beberapa madrasah di Kenya. Di antaranya, 230 Al-Qur’an di Kwale County, dan 270 Al-Qur’an di Taita Taveta County," ujar Amir Firdausi dari tim Global Humanity Response ACT, Kamis (29/4/2021).

Nampak anak-anak tersebut sangat antusias saat menerima pemberian mushaf Al-Qur’an. Sebagai bentuk rasa senang dan syukur, mereka beramai-ramai mengangkat mushaf Al-Qur’an ke atas kepala mereka, sambil membaca beberapa surat pendek seperti Al-Asr dan An-Nas.

Amir menjelaskan, dengan bantuan mushaf Al-Qur’an ini, para anak yang ingin mendaftarkan dirinya dalam program tahfiz, tak perlu khawatir tidak mendapakan Al-Qur’an, karena madrasah telah memiliki mushaf Al-Qur’an yang cukup untuk mereka semua. “Jadi jumlah anak yang ingin mendaftar pun otomatis akan bertambah,” kata Amir.

Lebih lanjut, Amir menuturkan bahwa kualitas mushaf Al-Qur’an yang diberikan sangat baik, sehingga membantu orang dewasa di sana yang ingin belajar membaca Al-Qur’an. “Karena di sana, tidak hanya anak-anak, sebagian orang dewasa juga tidak bisa membaca Al-Qur’an karena kendala tulisan ayat yang sudah sulit untuk dibaca,” tuturnya.[]