Kelaparan di Yaman Dipengaruhi Banyak Faktor

Kelaparan di Yaman belum menemukan jalan keluar, perang dalam strategi ekonomi dan militer adalah penyebab utamanya.

Kelaparan di Yaman Dipengaruhi Banyak Faktor' photo
Salah satu anak di Yaman menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Aksi Cepat Tanggap Juli lalu (ACTNews)

ACTNews, SANA’A – Yaman masih terus menghadapi krisis kemanusiaan paling memprihatinkan di dunia. Kelaparan menjadi momok menakutkan-buah dari perang ekonomi dan militer di Yaman.

Kerentanan ekonomi, kemiskinan, ketegangan politik yang terjadi berkali-kali berkontribusi pada memburuknya perekonomian di Yaman. Krisis ekonomi Yaman diperparah oleh perang, termasuk inflasi dan menipisnya cadangan mata uang Yaman.

Yaman pun membutuhkan bantuan dari berbagai pihak termasuk lembaga kemanusiaan.  "Jutaan orang terancam kelaparan. Saya mendesak para pihak untuk bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan dan memfasilitasi pekerjaan mereka. Kemanusiaan harus diizinkan beroperasi dengan kemandirian, netralitas, dan imparsialitas," kata kata Komisaris Uni Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, Christos Stylianides, dikutip Reliefweb akhir September lalu.

Selain konflik secara ekonomi dan militer, kekurangan bahan bakar juga menyebabkan kenaikan harga makanan dan krisis kesehatan yang semakin dalam. “Kami meminta komunitas internasional untuk bekerja dengan Pemerintah Yaman dalam menyelesaikan krisis bahan bakar ini,” kata direktur lembaga sukarelawan untuk anak-anak Tamer Kirolos. Ia pun menegaskan pentingnya kesediaan bahan bakar karena menyangkut hidup bagi banyak keluarga, sebagaimana dilaporkan Reliefweb awal Oktober lalu.

Belum lagi, malnutrisi masih menjadi catatan bagi Yaman. Keadaan itu muncul sebagai dampak buruk perang saudara yang berkepanjangan. Sejak tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa sistem kesehatan di Yaman telah mendekati keterpurukkan.

Menghadapi kenyataan itu, tahun 2019, tingginya kebutuhan pelayanan medis di Yaman bahkan belum dapat terpenuhi. Selain obat-obatan, masyarakat Yaman juga membutuhkan tenaga medis seperti dokter ahli gizi, dokter kandungan, dan dokter umum.[]

Bagikan