Kelaparan di Yaman Semakin Parah di Musim Dingin

Yaman masih diselimuti kerawanan pangan akut menjelang musim dingin. Berbagai kebutuhan juga mereka perlukan untuk bisa bertahan.

musim dingin yaman
Warga Yaman di musim dingin. (Anadolu Agency Mohammed Hamoud)

ACTNews, YAMAN – Krisis kemanusiaan di Yaman dianggap sebagai yang terburuk di dunia. Hampir tujuh tahun konflik mendorong Yaman berada di situasi terburuk di semua sektor. Kondisi semakin diperparah jika musim dingin tiba.

Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, sebanyak 80 persen dari populasi (24 juta orang), diperkirakan sangat memerlukan bantuan kemanusiaan pada musim dingin ini. Sementara 14,3 juta di antaranya, berada dalam kondisi darurat pangan, dan membutuhkan bantuan pangan darurat.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Kamis (16/12/2021), menjelaskan, ketika musim dingin keluarga pengungsi tinggal di tenda usang di sejumlah kamp-kamp yang tersebar di Yaman. Mereka menahan dingin, hujan dan kelaparan. Para orang tua pun takut anak-anak mereka yang kekurangan gizi. kondisi ini diperparah dengan risiko kematian yang lebih tinggi dibanding musim-musim lainnya.

“Keluarga pengungsi membutuhkan berbagai bantuan di musim dingin yang diperkirakan berlangsung hingga Maret nanti  Kebutuhan tersebut di antaranya pakaian, selimut wol, air minum, makanan, perawatan medis, sepatu dan susu untuk anak-anak,” kata Firdaus. Lebih dari tiga juta orang Yaman yang mengungsi akibat perang saudara sedang berjuang untuk bertahan hidup di musim dingin yang parah ini.[]