Kelas Baru di Tahun Ajaran Baru

Masuk tahun ajaran baru di bulan Juli ini, siswa di Palu mendapatkan kelas baru di sekolahnya. Tepatnya di SMP Labschool Palu yang sudah dapat menempati tiga ruang kelas barunya yang dibangun Aksi Cepat Tanggap.

Kelas Baru di Tahun Ajaran Baru' photo

ACTNews, PALU Riuhnya anak-anak sekolah di tahun ajaran baru 2019 kembali terdengar usai masa liburan. Anak-anak dengan seragam serta tas sekolah kembali meramaikan jalan-jalan. Pemandangan ini terlihat di Palu, Sulawesi Tengah, kota yang pernah terdampak bencana hebat pada September 2018 lalu.

Mengunjungi Sekolah Menengah Pertama Labschool Untad Palu, Besusu Tengah, Palu Timur, seluruh siswa terlihat antusias belajar di pekan pertama sekolah ini. Kamis (18/7) pagi, sejumlah murid memenuhi lapangan sekolah untuk berolahraga.

Namun, ada yang istimewa dari tahun ajaran baru di SMP Labschool Palu. Ialah berdirinya tiga ruang kelas baru dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang saat ini siap dipakai untuk altivitas belajar dan mengajar. 

Koordinator Pembangunan ACT Dede Abdul Rohman mengatakan, pembangunan tiga ruang kelas SMP Labschool ini berlangsung selama 3 hari dengan melibatkan 20 relawan konstruksi. Cepatnya pengerjaan pembangunan ruang kelas tersebut dilakukan demi menyambut tahun ajaran baru yang jauh pada pekan ke tiga bulan Juli.

“Ini seakan menjadi hadiah istimewa dari ACT untuk anak-anak sekolah di tahun ajaran baru. Bangunan sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat gempa, kini telah digantikan dengan bangunan baru yang layak,” jelas Dede, Kamis (18/7).


Sebanyak 340 siswa serta 31 guru akan menggunakan ruang kelas baru itu. Sebelumnya, SMP Labschool Palu merupakan salah satu bangunan yang terdampak gempa magnitudo 7,4 pada akhir September 2018 lalu.

Di lokasi lain, Dede menambahkan, ACT juga berencana membangun sekolah. Akan ada 84 ruang kelas yang dibangun dan tersebar di 27 sekolah di Palu, Sigi, dan Donggala. “Pembangunan sekolah ini untuk mendukung proses percepatan pemulihan pascabencana yang sedang berlangsung di Sulteng,” jelasnya.

Di samping pembangunan sekolah, ACT juga terus melakukan pembangunan untuk infrastruktur lain, seperti Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS), masjid, hingga sumur yang bakal menjadi sumber air warga. Kemarin, satu lagi ICS selesai dibangun. ICS yang terletak di Desa Mpanau, Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi itu akan menampung 96 kepala keluarga. Mereka hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian karena rumahnya mengalami kerusakan parah.[]

Bagikan